3. Pengabaian Nilai Demokrasi dan Kearifan Sosial
Misi Ideal: Menumbuhkembangkan semangat demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan sosial masyarakat.
Bentuk Otoritarianisme Mikro: Keputusan pembangunan yang diduga penuh intrik sepihak adalah bentuk otoritarianisme mikro, yang mematikan semangat demokrasi dan musyawarah mufakat di tingkat desa.
Melukai Kearifan Sosial: Kearifan sosial berarti menghargai kepemilikan informal, pemanfaatan bersama, dan mencari solusi damai. Keputusan untuk "mengambil" atau "menggusur" tanpa relokasi adalah tindakan non-etis yang melukai kearifan sosial.
Dampak Sosial: Tindakan ini merusak tata hubungan sosial dan, alih-alih menumbuhkan demokrasi, justru menciptakan konflik.
Kesimpulan
Pemerintah Desa Maleber perlu menyadari bahwa misi adalah komitmen moral dan operasional. Kasus pembangunan gedung Koperasi Merah Putih membuktikan bahwa tujuan pembangunan telah mengorbankan proses yang partisipatif dan demokratis yang tertuang dalam misinya sendiri.
Kekeliruan ini bukan terletak pada pembangunan koperasi itu sendiri, melainkan pada cara pengambilan keputusan yang melanggar prinsip manajemen modern yang partisipatif dan kearifan sosial yang telah mereka janjikan.
Artikel Terkait
Pusar Berbau Tak Sedap, Ini Penjelannya
Reaksi Publik Terhadap Film Avatar: Fire and Ash Jelang Perilisan Global Akhir Tahun Ini
CARA Mudah Cek Desil DTSEN via Situs Cekbansos.kemensos.go.id atau Aplikasi, Ini Kriteria yang Berhak Dapat Bantuan
RAMALAN Zodiak Hari Ini, 6 Desember 2025: Kondisi Finansial Cancer, Leo, dan Virgo Keberuntungan Datang
Menjelang Akhir Tahun 2025 Bansos Masih Bisa Cair, Begini Cara Cek Penerimanya
Cara Cek BLT Kesra Rp900 Ribu: Ketahui Jadwal Pencairan Desember 2025, dan Kriteria Penerimanya
Tips Liburan Hemat Bersama Keluarga, Wajib Coba!
Tujuh Aktor Pemain Preman Pensiun yang Meninggal Dunia, Ada yang Tragis
JADWAL Persib Bandung usai Gasak Borneo FC, Lakoni Laga Hidup dan Mati di AFC Champions League Two
Seniman Han Chandra Bawa 10 Karya Lukis ke Pameran Seni Internasional di Jepang