JOURNALNUSANTARA.COM - Pusar adalah salahsatu bagian tubuh manusia yang cukup mudah di bersihkan, namun sering terlewatkan. Di atas permukaan pusar terdapat kotoran hitam berbau tidak sedap dan menumpuk seperti batu, itu di namakan batu pusar atau umbolith.
Batu umbilikal dan ompholith (umbolith) merupakan penumpukan sebum dan keratin yang menyerupai komedo besar pada pusar, teksturnya keras seperti batu.
Saat sebum dan keratin dari sel kulit mati berkumpul pada pusar, maka terbentuklah umbolith.
Baca Juga: Tersedak ? Janngan Panik, Ini Cara Penanganannya
Jika seseorang dengan pusar yang dalam dan kurang bisa menjaga kebersihan dengan baik, maka biasanya akan ditemukan umbolith.
Sebum adalah bahan berminyak yang dibuat di kelenjar sebaceous di kulit untuk melindungi dan membuat kulit tahan air, sedangkan keratin adalah protein berserat di lapisan atas kulit untuk melindungi sel-sel di lapisan luar kulit ini.
Kedua bahan tersebut mengalami penumpukan hingga mengeras menjadi massa padat. Kemudian menghitam setelah terpapar oksigen, atau oksidasi.
Ukurannya bervariasi, mulai dari sangat kecil hingga sangat besar mengisi ruang pusar.
Proses pembentukannya selama bertahun-tahun tidak menimbulkan gejala. Akan tetapi, saat terjadi infeksi mulai terasa sedikit nyeri, kemerahan, dan berbau tidak sedap.
Baca Juga: BNI Dukung Olahraga Nasional dengan Dibukanya Wondr BrightUp Cup 2025
Mengapa Umbolith Bisa Muncul?
Kemunculan umbolith dipengaruhi oleh kebersihan, kedalaman pusar, obesitas, dan rambut pusar.
Tidak menjaga kebersihan pusar dengan baik menyebabkan sebum dan keratin bisa menumpuk pada pusar hingga menjadi umbolith.
Semakin dalam pusar, semakin mudah zat-zat tersebut tertampung dan menumpuk di dalamnya.