Juara Piala Teluk Arab 2025 Tumbang Oleh Timnas Garuda di GBK

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 26 Maret 2025 | 03:55 WIB
Timnas Indonesia menunggu 18 tahun untuk bisa kembali kalahkan Bahrain. (Instagram @timnasindonesia)
Timnas Indonesia menunggu 18 tahun untuk bisa kembali kalahkan Bahrain. (Instagram @timnasindonesia)


Oleh: Agung Wibawanto

Setelah mengikuti perkembangan politik nasional yang semakin tidak menentu arahnya, hari ini ada dua match di dua cabang olah raga yang melibatkan "Indonesia". Pertama, Liga Bola Voli Putri Korea (Kovo) menggelar babak I play off antara Hyundai melawan tamunya tim Red Spark yang digawangi Megawati Hangestri dari Indonesia.

Meski hanya sebagai individu yang mewakili nama Indonesia, Megawati adalah sosok pemain utama yang selalu diharapkan tim dan pelatihnya. Disebabkan skill yang mumpuni sebagai opposite (terutama spikenya), juga sudah dianggap senior bagi banyak pemain junior di Red Spark. Megawati juga sudah dua musim memperkuat timnya sebagai pemain asing Asia.

Jadi, tidak sedikit pendukung baik Red Spark maupun Megawati sendiri menganggap ada representasi Indonesia di sana. Kehadiran Megatron, sebutannya, juga membawa harum nama bangsa semakin dikenal di tanah Korea juga dunia. Hal ini berkat liputan media asing maupun vitalnya berita Megatron di media sosial. Pendukung Red Spark menjadi bertambah akibat kehadiran Megawati.

Alhamdulillah Mega dan tim nya berhasil menang telak atas tuan rumah 3-0. Warga Indonesia terutama penggemar olah raga voli boleh berbangga meski hanya seorang Megawati. Warga terhibur atas tontonan menjelang berbuka puasa sore tadi, Selasa (25/3). Selintas lupa akan persoalan bangsa yang bikin lelah hati dan pikiran. Berbuka hingga sholat teraweh pun rasanya fresh dan semangat atas kabar gembira itu.

Terlebih ketambahan peristiwa menggembirakan yang kedua. Selepas sholat teraweh, di beberapa sudut desa juga kota, warga mengadakan nobar pertandingan timnas Garuda menjamu Bahrain. Ini pertandingan gengsi sekaligus hidup-mati bagi kedua tim. Indonesia yang merasa dicurangi wasit atas skandal 90 + 6 = 99 pada laga tandang sebelumnya.

Kemenangan timnas yang sudah di depan mata raib dirampok wasit akibat gol penyeimbang Bahrain di injury time yang sudah melewati batas perpanjangan. Seluruh punggawa timnas marah. Kemenangan mereka seperti dianulir oleh keputusan wasit yang tidak fair (gol di menit 98). Pendukung merah putih pun patut bersedih karena hanya membawa pulang 1 poin.

Hasil draw rasa kalah itu pun menjadi motivasi seluruh pemain untuk dibalas di kandang sendiri di GBK. Bahrain sendiri datang dengan penuh percaya diri terlebih setelah mereka menjuarai piala Teluk Arab pada awal 2025 lalu. Berhasil menyingkirkan banyak tim membuat mereka jemawa. Meski beberapa hari lalu Bahrain kalah dari Jepang dalam lanjutan kualifikasi putaran ketiga piala dunia.

Namun kelahan itu hanya 2-0, jika dibandingkan Indonesia kalah 4-0 melawan Jepang sebagai Raja Asia. Indonesia juga baru dibantai Australia 5-1. Jadi, Bahrain merasa tidak terlalu khawatir bahkan yakin bisa menaklukkan tim Garuda di kandangnya sendiri di GBK. Selain itu, baik Bahrain dan Indonesia sama-sama butuh poin menang agar masih bisa melanjutkan ke putaran empat.

Catatannya harus masuk posisi 3-4. Sebelum laga, nilai Indonesia, Bahrain dan China sama-sama baru meraih 6 poin. Mereka di bawah Jepang, Australia dan Arab Saudi yang menduduki posisi 1-3 grup. Laga Indonesia vs Bahrain dipastikan bakal seru dan ketat. Secara kualitas kedua tim berada pada skala yang sama. Terlebih Indonesia banyak memainkan pemain naturalisasi.

Ada pula beberapa muka baru yang tidak tersedia pada pertemuan pertama, seperti: Ole Romeny, Joey Peluppesy. Selebihnya masih mengandalkan squad yang dulu dibesut coach Shin Tae Yong. Pelatih baru, coach Patrik Kluivert, sepertinya melakukan banyak perombakan dalam memilih pemain dibanding saat melawan Australia. Ia menurun squad lama andalan STY hanya plus Joey dan Ole.

Tidak ada lagi nama new comer James Dean sebagai starting XI dan jugaa Mees Hilgers yang dikabarkan cidera setelah tampilan under perform di Australia. Trio bek diisi kembali oleh Rizky Ridho, Jay Idzes dan Justin Hubner. Sementara kwartet tengah ada Kevin Diks dan Calvin Verdonk sebagai sayap kanan kiri. Gelandang bertahan ada Tom Hate dan Joey Peluppesy.

Sementara di depan tersedia Oke dan Ragnar, serta Marcelino Ferdinand berada di belakang mereka. Formasi ini cukup apik dalam penguasaan dan mengalirkan bola. Terbukti hanya dengan tiga kali sentuhan dari pemain belakang melakukan passing tepat kepada Marcelino. Marceng mengontrol bola dengan baik lalu membawa hingga masuk kotak penalti.

Tiga pemain terakhir Bahrain hanya fokus bagaimana menggagalkan Marceng. Namun dengan kecerdikan dan tidak egois, Marceng mengumpan sejajar ke arah kiri yang lebih kosong. Dengan cepat Ole menerima umpan Marceng dan tinggal berhadapan dengan kiper yang coba maju menutup ruang Ole. Namun dengan ketenangan luar biasa Ole berhasil ceploskan bola ke gawang Bahrain. Skor 1-0.

Sebenarnya ada 2 peluang lagi yang wajib gol yang dimiliki Marceng dan Emiliano di babak kedua. Namun finishing masih belum seberuntung Ole. Tidak semata menyerang, apresiasi 4 jempol juga patut diberikan kepada trio bertahan yang tampil cukup solid. Mereka mampu beberapa kali mematahkan serangan berbahaya Bahrain. Mereka tampak mati-matian mempertahankan gawang Martin Para hingga detik terakhir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X