Oleh sebab itu, orang-orang yang beriman akan merindukan kehadirannya. Siapa pun selalu ingin merasakan kesejukannya. Meski datang hanya sejenak, namun meninggalkan jejak yang mendalam bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh menghidupkannya.
Dalam hiruk-pikuk dunia, Ramadan hadir untuk mengingatkan bahwa ada waktu untuk berhenti dan merenung. Ia mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada limpahan materi. Namun, pada ketenangan hati yang hanya bisa didapat dari kedekatan dengan Sang Ilahi.
Dalam Ramadan, kita belajar bahwa kelaparan bukanlah derita. Sebaliknya, ia adalah jalan menuju kesadaran. Dahaga bukanlah siksaan, tetapi gerbang menuju ketakwaan.
Ketika Ramadan usai, kita masih bisa membawa kesejukan telaga ini dalam langkah-langkah kehidupan. Setelah berpisah dengan bulan yang mulia ini, kita masih tetap menjaga hati agar tetap bening. Inilah hikmah besar dari bulan Ramadan.
Oleh sebab itu, marilah kita meneguk setiap tetesan keberkahan Ramadan dengan sepenuh jiwa. Agar dapat menghidupkan bulan ini dan mempertahankan ruhnya pada bulan-bulan yang akan datang. Dengan demikian, telaga ini tak hanya bersifat kesementaraan, tetapi mengalir menjadi sungai kebajikan. Selalu menemani perjalanan hidup kita hingga kelak bertemu kembali dengan Yang Maha Suci dalam keadaan suci.
*Penulis adalah Corporate Legal Consultant, ahli bahasa hukum, founder Pena Hukum Nusantara (PHN), dan dosen Polinema.
Artikel Terkait
Lapar dalam Puasa Menjadi Metafora Kerinduan
Mutiara Pagi: Indahnya Bulan Suci (Bagian 1794)
Sanlat Ramadhan 1446 H Resmi Dibuka: BKPRMI Cianjur Cetak Generasi Qurani Berakhlak Mulia
Gunung Padang: Piramida Tertua di Dunia Tersembunyi di Bawah Bumi
Apda Jabar Apresiasi Program Kopdes Merah Putih, Hanya Pemdes Korup dan Cawe-cawe Anggaran yang Menolak
Mutiara Pagi: Jejak Cinta Ramadan (Bagian 1795)
Amalan Menjadi Sia-sia
HPP Gabah dan Petani Gurem
Ternate dan Tidore, Dua Pulau di Maluku Utara Seperti Adik-Kakak
Tantangan Disrupsi Teknologi, PAC MDS RA Karangtengah Cianjur Sampaikan Pesan Penting untuk Seni Kaligrafi dalam Regenerasi Digital