2. Menyendiri untuk Bertafakur.
Rasulullah SAW.sering menyendiri di Gua Hira sebelum menerima wahyu pertama. Momen ini bukan hanya refreshing, tetapi juga sarana untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.
4. *Para Sahabat dan Salafus Shalih yang Menyegarkan Diri*
Para sahabat dan ulama salaf juga memberikan teladan dalam menyegarkan diri dengan cara yang sesuai syariat:
1. Umar bin Khattab. RA.
Umar sering berjalan-jalan di pasar untuk mengamati kondisi masyarakat sekaligus menyegarkan pikiran dan perasaannya menemukan suasana rileks ditengah keramaian dan aktivitas masyarakat dipasar sebagai bahagian dari upaya mengusir kebiasaan vakum dan berdiam diri serta bermalam-maasan. Karena itu beliau sebagai Amiral Mukminin sekaligus khalifah ke-2 setelah Baginda Rasulullah SAW. pernah berkata:
"Aku benci melihat seseorang bermalas-malasan tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk dunia maupun akhirat."
Hal ini menunjukkan bahwa refreshing yang dimaksud adalah kegiatan yang tetap bernilai positif dan produktif, baik secara fisik maupun spiritual.
2. Ali bin Abi Thalib RA.
Sebagai khalifah ke-4 pelanjut estafet kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Beiau pernah berkata:
"Hiburlah hatimu sesekali, karena hati itu seperti tubuh yang akan jenuh bila terus-menerus bekerja."
Pernyataan ini menekankan pentingnya memberikan waktu bagi jiwa untuk merasa tenang dan segar kembali.
3. Imam Syafi’i rahimahullah sering memanfaatkan waktu untuk menikmati alam. Beliau berkata:
"Barang siapa yang ingin memperkuat akalnya, maka hendaknya dia memperbanyak bepergian dan melihat keindahan ciptaan Allah."
Ini adalah bentuk refreshing yang menghubungkan fisik, pikiran, dan jiwa dengan keindahan alam sebagai tanda kebesaran Allah.
Dalam kesempatan lain Imam Syafi’i berkata:
مَنْ طَالَتْ فِكْرَتُهُ فِي مَخْلُوقَاتِ اللَّهِ تَلَيَّنَ قَلْبُهُ
"Barang siapa yang banyak merenungkan ciptaan Allah, maka hatinya akan menjadi lembut."
Hal ini menunjukkan bahwa alam adalah salah satu sarana terbaik untuk menyegarkan jiwa.
5. *Manfaat Refreshing bagi Jiwa dan Raga*
Refreshing yang dilakukan sesuai tuntunan Islam memiliki manfaat yang luas:
1. Kesehatan Fisik
Istirahat membantu tubuh pulih dari kelelahan. Allah berfirman:
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
"Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat."
(QS. An-Naba: 9)
2. Ketajaman Pikiran
Refreshing mengurangi stres dan memperbaiki konsentrasi, yang sangat penting dalam menjalani tugas-tugas harian.
3. Keseimbangan Spiritual
Penyegaran jiwa membantu kita lebih fokus dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Karena itu menjadi penting untuk memperbaiki nawaitu kita bahwa refresing yang kita lakukan untuk membantu diri kita yang daif ini untuk semakin meningkatkan ibadah mendekatkan diri kepd-Nya.
6. *Panduan Islami dalam Refreshing*
Islam memberikan panduan agar refreshing mendatangkan keberkahan:
1. Niatkan untuk Kebaikan.
Rasulullah SAW. bersabda:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artikel Terkait
Apa yang Allah Inginkan Saat Kita Stres?
Gunung Kilimanjaro Tertinggi di Afrika
Profesi Paling Dipercaya, Guru hingga Pejabat Siapa Paling Unggul?
Rapat Pleno Tengah Racana Abdiningrat: Dari Evaluasi Hingga Arah Baru Kepemimpinan
Resmi Demisioner Fauzi Rohmat, M. Agung Febriansyah Terpilih Sebagai Ketua Dewan Racana Abdullah Bin Nuh
Tabah Sampai Akhir: Pembekalan Pra Pendidikan JABAL Al-Azhary Cetak Calon Pecinta Alam Tangguh
Mutiara Pagi: Zaman Edan (Bagian 1733)
Kajian Teknik Persidangan, Bukti Komitmen Rayon Tarbiyah Tingkatkan Kualitas Kader
Polisi Pelayan dan Pengayom Masyarakat atau Pembuat Celaka?
Pose Cantik Angel Karamoy Bikin Mata Gak Mau Berkedip