Berpikir tanpa pemikiran
adalah pawai tanpa pasukan
Immanuel Kant mengingatkan
Agar tidak birpikir sembarangan
Berbicara tanpa dipikir
Masih lebih berharga juru parkir
Karena masih bisa mengendalikan
Agar pengendara tidak parkir sembarangan
Ada sebuah syair klasik
Menyeru manusia berkata baik:
_Ihfazh lisanaka ayyuhal-insaanu_
_La yaldaghannaka innahu tsu'baanu_
_Kam fil-maqaabiri min qatiili lisanihi_
_Kaanat tahaabu liqaa'ahul aqraanu_
(Jagalah lisanmu, wahai manusia,
jangan sampai ia menggigitmu
seperti ular berbisa.
Berapa banyak orang terbunuh
oleh lisannya sendiri
Padahal sebelumnya ia tahu
para lawannya segan untuk menemui)
Berpikir tanpa pemikiran
seperti berjalan tanpa tujuan
Berbicara tanpa dipikirkan
seperti memanah dalam kegelapan
Malang, 4 Desember 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Pentingnya Kolaborasi dalam Menghadapi Disrupsi Teknologi dan Perubahan Iklim
Suku Sunda, Ciri Khas dan Budaya
Polsek Pasirwangi Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Rumah Tahfidz
Komunitas Muslim Menyikapi Ragam Budaya dan Tradisi di Amerika
Sosok Tumenggung Wiraguna
Kisah Ujang Petani Sukses Raup Banyak Untung
Pasca Pilkada 2024, Kapolres Majalengka Sampaikan Pesan Ini
Mutiara Pagi: Setiap Detik adalah Hadiah (Bagian 1699)
Ingatlah Aku: Jalan Spiritual Menuju Kesadaran Ilahi
Catatan Kongres ISNU ke III di Balikpapan Kalimantan Timur