عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ -وَأَحْسِبُهُ قَالَ يَشُكُّ الْقَعْنَبِيُّ -كَالْقَائِمِ لَا يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لَا يُفْطِرُ
Dari Abu Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Orang yang membantu dan menyantuni para janda dan orang-orang miskin seperti orang yang berjihad di jalan Allah’, (salah seorang perawi yaitu al-Qa’nabi agak ragu dan menduga beliau ﷺ menambah dalam sabdanya) ‘Dan seperti orang yang salat malam tidak pernah istirahat dan juga seperti orang puasa tidak berbuka’.”(Muttafaqun alaihi)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:
1️⃣ Armalah dalam hadis ini bermakna wanita yang tidak memiliki suami, baik ditinggal pergi oleh suaminya (janda) maupun wanita yang tidak pernah menikah sebelumnya, baik dia miskin maupun berkecukupan.
2️⃣ Namun demikian, sebagian ulama mengkhususkan istilah untuk janda yang miskin, adapun jika janda tersebut kaya maka tidak dikatakan armalah, wallāhu a’lam.
3️⃣ Makna dari al-sā’ī adalah yang bekerja untuk kepentingan mereka dan berusaha memenuhi nafkah atau kebutuhan mereka.
4️⃣ Keutamaan orang yang membantu dan menyantuni janda dan orang miskin.
5️⃣ Islam senantiasa memotivasi pemeluknya untuk memberikan perhatian kepada kaum duafa.
6️⃣ Nabi Muhammad ﷺ memotivasi umatnya untuk memberikan perhatian kepada ibadah yang bersifat horizontal yaitu berbuat baik kepada sesama manusia dan makhluk lainnya, disamping memberikan perhatian yang besar terhadap ibadah yang bersifat vertikal yaitu dalam rangka taqarub kepada Allah ‘azza wa jalla.
7️⃣ Sebagian amal saleh memiliki kedudukan pahala yang sama dengan jihad, shalat lail dan puasa sunah.
8️⃣ Hanya Allah ‘azza wa jalla yang mengetahui kadar pahala dari amal-amal saleh; kadang suatu amalan kelihatan mudah atau diremehkan oleh sebagian orang akan tetapi pahalanya sama dengan amalan yang berat dan juga sebaliknya.
Tema hadits yang berkaitan dengan al quran:
- Ibnu Baṭṭāl raḥimahullāh berkata, “Barang siapa yang tidak mampu berjihad dan qiamulail serta puasa sunah maka hendaknya dia mengamalkan hadis ini dan membantu janda serta orang miskin agar dia dikumpulkan bersama golongan mujāhidīn fī sabīlillāh walaupun dia tidak melakukannya atau tidak berinfak dengan dirham, atau ketemu musuh lalu musuh takut kepadaya.
Begitu juga, agar dia dikumpulkan bersama golongan orang yang rajin berpuasa sunah dan salat malam serta mendapatkan derajat mereka padahal dia makan di siang harinya dan tidur di malam harinya selama hidupnya. Oleh karenanya, sepatutnya setiap mukmin antusias terhadap perniagaan yang tidak merugi ini dengan cara memberikan bantuan dan santunan kepada janda dan orang miskin demi wajah Allah ta’āla agar dia kembali dalam perdagangannya dengan mencapai derajat mujāhidīn, orang-orang yang rajin berpuasa dan salat malam tanpa harus letih dan lelah. Itulah keutamaan yang Allah ﷻ berikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.”
Artikel Terkait
Relawan Dulur Edun Siap Menangkan Pilkada Bandung Barat
Kajian Perdana Ranting GP Ansor Desa Langensari, Kader Diminta Aktif dan Kreatif
Selamat Bekerja Jenderal Prabowo dan Tim
Mutiara Pagi: Dengan Kata (Bagian 1658)
Ikhtiar Memperkuat MWCNU Campakamulya Cianjur Melalui Gelaran Lailatul Ijtima
Perempuan Cianjur Bersuara Sampaikan Tujuh Tuntutan Terhadap Tiga Kandidat Calon Bupati
Mutiara Pagi: Deklarasi Balfour (Bagian 1659)
GAHMI Pertanyakan Netralitas ASN: Jangan Jadi Dalang Kekisruhan dan Merusak Citra Demokrasi
Tingkatkan IPM, BEM STAI Al-Azhary Cianjur Gelar Seminar Tridharma Perguruan Tinggi
Hikmah di Balik Pengakuan dan Taubat