Ninja dan Pamswakarsa

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 18 Agustus 2024 | 14:00 WIB
pamswakarsa
pamswakarsa

Oleh: KH Fahrur Rozi

Sudah hampir dua tahun polemik nasab berjalan semakin liar di berbagai grup WAG dan semakin sulit dinalar, apakah kita teringat suasana menjelang kejatuhan Soeharto?

Ada issu ninja yang membuat kepanikan masyarakat, issu santet, lalu dibentuk laskar Pamswakarsa yg tumbuh bak jamur di siang bolong , rakyat di adu domba, siapa yang bermain di belakang mereka?

Hari ini fenomena itu berulang dengan pola yang hampir sama, ada adu domba nasab, ada laskar jadi jadian yg dibentuk di berbagai kota, sweeping dan kekerasan, siapa yang bermain ? Duit siapa ? Kenapa isssu ini awet bertahan ? Siapa yg menggerakkan di belakangnya ?

Pertanyaan panjang mungkin akan segera terjawab setelah pelantikan presiden, kenapa begitu banyak orang mendadak merasa dirinya paling benar dan mudah mencaci maki orang lain? Seolah-olah permusuhan di dalam Islam dibolehkan. Padahal kehadiran Islam itu sendiri sebenarnya adalah justru untuk menghetikan permusuhan.

Suasana batin saling membenci antar sesama adalah dilarang di dalam Islam, dan kebencian itu menggambarkan bahwa orang yang bersangkutan sedang tidak berpikiran sehat.

Jika seseorang mmbenci kepada orang yang memang benar-benar telah melakukan sesuatu yang merugikan terhadap dirinya mungkin masih wajar.

Akan tetapi kebencian ternyata juga bisa muncul tanpa sebab, saat ini kita melihat bahwa ada seseorang bisa membenci orang lain, kelompok lain tanpa dia dirugikan dan bahkan tanpa diketahui sebabnya terlebih dahulu.

Hanya karena gorengan konten kebencian YouTube dan WAG yang penuh hoax beredar secara massif bisa menjadi alasan seseorang menjadi emosi dan merasa pantas untuk mencaci maki dan membenci.

Kebencian terhadap suku tertentu itu sesungguhnya tidak wajar, bukankah Manusia berasal dari kakek moyang yang satu, diciptakan oleh Tuhan yang satu, dihidupkan pada alam yang satu, dan kelak semuanya akan dipanggil oleh Tuhan yang satu pula.

Semua manusia diperintahkan untuk menysukuri nikmat yang telah dikaruniakan kepadanya, dianjurkan beriman, dan beramal shaleh, serta menjaga akhlak mulia.

Allah berfirman dalam QS Ali Imran [3]: 103
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ.


Sayangnya perintah Allah yang sedemikian indah itu ternyata diingkari oleh banyak orang. Manusia lebih memilih saling berseteru, menganggap yang lain lebih rendah, mengolok-olok, berkonflik, bertengkar dan percaya dengan berbagai konten editan lalu menyebabkan nya Seca brutal di berbagai platform media sosial.

Mungkin mereka menyangka bahwa ketika berhasil mengecewakan, mengalahkan, dan bahkan membinasakan orang lain, organisasi atau kelompok lain dianggap beruntung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X