Saya kutip sebagian tulisannya
Berdiri di hadapan Gunung Kinabalu, aku berhadapan dengan sejarah.
�Badanku masih di sini, terpana di lerengnya.�Tapi hatiku sudah sampai di puncak gunung itu.�Di puncak sana, aku hening sendiri.
�Angin berhembus, membisikan masa silam yang datang dari zaman yang jauh.�Kukatakan pada gunung, datanglah padaku.�Ceritakan riwayatmu.
Hening. Tak ada isyarat.�Kuulangi lagi.�Wahai gunung, ceritakan masa lalumu.
�Kabut pun datang mengantarkan kisah legenda gunung itu.
-000-
Kami kemudian menuju salah satu ruangan hotel untuk makan siang. Sambil makan saya kemudian bertanya kepada Denny bagaimana ia bisa menulis dengan cepat, dengan hanya mengandalkan sebuah HP.
Kata Denny, saya memang terbiasa menulis dengan HP, Elza. Sudah jarang memakai laptop. Menulis apapun cukup dengan HP, kata Denny sambil makan dengan lahap.
“Kalau soal menulis cepat, Saya dulu memanfaatkan google sebagai bank data, apa saja ada disitu.
Tapi kini dengan perkembangan baru saya menggunakan AI, selain Google tentu saja. Tak hanya satu aplikasi tapi beberapa aplikasi. Lebih bagus jika aplikasi yang berbayar.
Apa saja yang kita tanyakan akan dijawab, apa lagi jika pertanyaaannya lengkap. Setelah itu kita tinggal kompilasi dan edit, dan jadilah sebuah tulisan. Satu jam sudah cukup untuk menulis sebuah tulisan bagus,” kata Denny dengan bersemangat.
Percakapan makin asyik karena menu makan sangat lengkap dan udara sangat dingin. Suatu kondisi yang jarang didapatkan di Jakarta.
Saya menyimak omongan Denny. Kini saya mulai faham mengapa ia menulis hampir setiap hari. Ia memanfaatkan teknologi baru bernama Ai, yang kini amat popular.
Kalau soal menulis saya sudah tahu Denny punya kemampuan yang luar biasa. Saya kenal Denny sejak lama, sejak empat puluh tahun lalu di Kelompok Studi Proklamasi.
Kami pernah satu kontrakan bertahun tahun. Sejak mahasiwa Denny JA memang dikenal sebagai penulis yang sangat produktif . Ia telah menulis ratusan judul buku termasuk buku puisi esai, dengan beragam tema mulai dari demokrasi, marketing politik, sastra, hingga agama.
Keberhasilannya dalam menulis tidak terlepas dari dedikasinya yang tinggi dan kemampuannya untuk menghasilkan karya yang berkualitas.
Ciri khas Denny JA dalam menulis adalah gaya penulisannya yang lugas dan tajam, yang mampu membangkitkan emosi pembaca.
Artikel Terkait
Review Grand Final Miss Indonesia 2024
Ibu Muda Bikin Video Asusila dengan Anaknya, Lantas Ngaku ke Suami
Menciptakan Wirausaha Muda Pertanian demi Regenerasi Petani Nusantara
Apa Kabar Dana Gempa Tahap 4 di Kab. Cianjur ?, BPBD: Langsung Tanyakan Pada Kami !
9 Calon Kabupaten Baru di Jabar Masih Proses Kajian di Kemendagri, Cianjur Selatan Diantaranya
Penjual Senjata ke KKB Berhasil Ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz
Asisten Pelukis Bernama Artificial Intelligence Akan Melampaui Van Gogh?
Putra Sang Fajar, Pancasila, dan Endeh (Refleksi 123 Tahun Bung Karno)
KRI Martadinata Ikuti Latgab Internasional di Hawaii
Tingkatkan Perekonomian Warga, TNI Salurkan Bantuan Bibit Sayur di Papua