Dalam pesawat saya masih ingin bertanya bagaimana ia bisa menulis demikian cepat. Tapi urung karena kami kemudian bercakap soal masa masa kuliah dulu, tenang persahabatan kami dan tentang usia yang sudah tua.
Malam hari Ketika kami menikmati makan di Pantai Kinabalu saya ingin bertanya kepada Denny bagaimana ia bisa mempertahankan diri konsisten menulis tanpa henti.
Tapi karena acara yang padat, banyak teman lain, saya tak sempat bertanya soal keheranan saya ini.
Keesokan harinya, pagi pagi kami sudah berangkat bersama rombongan menuju salah satu tempat maqnet di kota Sabah, Gunung Kinabalu.
Ini adalah gunung tertinggi keempat di Asia. Gunung ini sudah ditetapkan sebagai situs warisan dunia Unesco. Keindahan Gunung Kinibalu terutama pada keaneka ragaman hayati yang menakjubkan.
Dengan 5000 hingga 6000 spesies tanaman dan 326 spesies burung dan 100 spesies mamalia, gunung ini menjadi menjadi situs biologi paling menarik di dunia.
Begitu sampai di kaki Gunung, rombongan, terutama saya dan Denny yang baru kali ini menginjakkan kaki di bumi yang indah ini, langsung terpesona oleh pemandangan yang menawarkan panorama alam yang menakjubkan. Betul betul menakjubkan.
Saat kami masih terpana melihat keindahan alam itu, Denny kemudian berkata. “Tunggu ya, saya mau menyendiri dulu 15 menitan. Saya mau nulis puisi tentang gunung ini”.
Denny kemudian memilih duduk agak menjauh. Saya kemudian duduk tak jauh dari Denny. Semua rombongan juga memilih menjauh. Masih masing sibuk dengan penghayatan masing masing.
Denny duduk di kursi salah satu tenda sambil menghadap ke Gunung Kinabalu. Tangannya kemudian sibuk memainkan HP. Sesekali ia menengadah menatap gunung, sesekali ia tercenung. Suasana terasa sunyi..Suasana terasa hening. Yang terdengar hanya kicauan burung dan suara angin.
Kinabalu memang indah. Keindahan utama Gunung Kinabalu yang sering disebutkan adalah pemandangan matahari terbit yang spektakuler dari puncaknya, serta flora dan fauna yang unik dan beragam yang dapat ditemukan di sepanjang jalur pendakian.
Pemandangannya memang menakjubkan, dengan lanskap yang berubah dari hutan hujan tropis di kaki gunung hingga ke zona subalpin di dekat puncaknya.
Sekitar lima belas menit kemudian, tiba tiba suara Denny memecah kesunyian. “Tulisan saya sudah selesai, silahkan dibaca”.
Saya kemudian membaca tulisan Denny. Luar biasa. Hanya dalam waktu 15 menit ia telah menyelesaikan sebuah puisi esai yang indah, lengkap dengan catatan kaki.
Saya heran bagaimana ia bisa mendapatkan catatan kaki tentang sejarah gunung tersebut, dalam waktu demikian singkat, dengan hanya mengandalkan sebuah HP.
Artikel Terkait
Review Grand Final Miss Indonesia 2024
Ibu Muda Bikin Video Asusila dengan Anaknya, Lantas Ngaku ke Suami
Menciptakan Wirausaha Muda Pertanian demi Regenerasi Petani Nusantara
Apa Kabar Dana Gempa Tahap 4 di Kab. Cianjur ?, BPBD: Langsung Tanyakan Pada Kami !
9 Calon Kabupaten Baru di Jabar Masih Proses Kajian di Kemendagri, Cianjur Selatan Diantaranya
Penjual Senjata ke KKB Berhasil Ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz
Asisten Pelukis Bernama Artificial Intelligence Akan Melampaui Van Gogh?
Putra Sang Fajar, Pancasila, dan Endeh (Refleksi 123 Tahun Bung Karno)
KRI Martadinata Ikuti Latgab Internasional di Hawaii
Tingkatkan Perekonomian Warga, TNI Salurkan Bantuan Bibit Sayur di Papua