Aspirasi Emak-emak Akan Kembali Menyerukan Hari Libur Nasional Untuk Resolusi PBB Tentang Anti Islamophobia Pada 15 Maret 2022 Bagi Indonesia

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Minggu, 17 Maret 2024 | 13:51 WIB
PBB ( (instagram @infipop.id))
PBB ( (instagram @infipop.id))

Oleh : Jacob Ereste

Aspirasi Emak-emak Indonesia kembali menyerukan Anti Islamophobia yang telah disahkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa psda 15 Maret 2022. Resolusi PBB itu diharap mendapat perhatian dari segenap pihak pemangku kepentingan di Indonesia, sehingga bisa masuk dalam kalender nasional dan ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia.

Demikian ungkap Wati Imhar Burhanudin, selaku komandan perkumpulan Aspirasi Emak- emak Indonesia saat melakukan persiapan aksi damai ini pada Jum'at, 8 Maret 2024 di Markas Besarnya, Jl. Pati 26, Menteng, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Perkara OTT ASN Tak Dilanjut, AMPUH Geram dan Pertanyakan Kualitas Kinerja Bawaslu Kabupaten Cianjur

Seruan untuk mengapresiasi resolusi PBB tantang Anti Islamophohia ini
akan dipadukan dengan berbagai acara pada Car Freday, Minggu, 10 Maret 2024 dengan titik kumpul di Taman Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat untuk kemudian terus melakukan selebrasi mulai pukul 06.00 hingga selesai sepanjang Jl. Thamrin menuju Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Monas Jakarta dengan puncak pembacaan sikap dan seruan terbuka untuk seluruh rakyat Indonesia, hingga kembali pada titik kumpul semula ke Taman Sumenep, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Perlahan Peran Ulama, Pendeta, dan Biksu Bakal Tergantikan oleh Artificial Intelligence

Pada acara aksi yang mendesak pemerintah Indonesia untuk menerima resolusi PBB tentang Anti Islamophobia ini pada 15 Matet 2022 itu akan dimeriahkan acara pembacaan puisi serta lantunan lagu-lagu Islamis untuk sekaligus menyambut bulan suci ramadan yang penuh berkah bagi manusia yang menunaikannya dengan hikmat untuk memetik hikmahnga.

Baca Juga: Fitokimia Yang Terkandung Dalam Jus Mengkudu Dipercaya Baik Untuk Tubuh

Seruan Aspirasi tentang Anti Islsmophobia telah digaungkan sejak dua tahun silam, dengan melakukan akai di Kedutaan Besar Amerika, lalu aksi bersama di Patung Kuda Arjuna Wiwaha dan kali ini akan bersama massa aksi yang lebih besar mendapat dukungan lebih dari masyarakat, kata Wati Imhar Burhanudin meyakinkan gerakan Anti Islamophobia akan semakin meluas.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X