Apakah Telah Hilang Nilai Pancasila Dalam Hembusan Nafas Bangsa

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Rabu, 28 Februari 2024 | 16:43 WIB
Jelaskan pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (Freepik.com)
Jelaskan pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (Freepik.com)

 

Oleh : Nissa Nur Amalia

Pancasila sebagai asa negara meliputi asas kerohanian, dan cita-cita hukum sehingga dijadikan sebagai sumber nilai, norma, kaidah, dan hukum negara.
Nilai-nilai pancasila dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
diupayakan agar tidak mengakibatkan perpecahan.

Dengan adanya pancasila sebagai ideologi negara diharapkan mampu di wujudkan atau di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak adanya pancasila, mungkin saja kita tidak mampu bertahan dalam negara dengan banyak perbedaan dan keragaman.

Baca Juga: Media Massa Mainstream dengan Berita Hoax?

Berbicara mengenai pancasila, apakah kini nilai yang terkandung dalam pancasila
telah hilang pada lapisan bangsa ?
Sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa), bermakna diharapkanya setiap lapisan
bangsa dapat dan mampu menghargai perbedaan keyakinan yang beragam antar
masyarakat, menjaga kerukunan , kita ini berbeda tetapi tetap satu. Namun pada
nyatanya masih ada saja tindak kekerasan dan dan tidak toleransi dalam beragama.

Sila kedua (Kemanusiaan Yang adil dan Beradab), bermakna diharapkanya sama-
sama memanusiakan manusia, tidak ada perbedaan antara ras golongan ataupun status sosial. Tetapi pada nyatanya lagi-lagi dikecewakan dengan tingkat kemiskinan yang semakin meningkat, makin terlihatnya perbedaan status sosial, penetapan hukum yang tumpul keatas tajam kebawah. Menandakan ketidakberdayaanya orang-orang yang tak mempunyai harta dan tahta.

Baca Juga: Minum Air Hangat Ternyata Bisa Redakan Hidung Tersumbat

Sila ketiga ( Persatuan Indonesia ), bermakna sebagai masyarakat Indonesia
diharapkan dapat menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan
keselamatan bangsa dan negara di atas golongan atau pribadi. Tetapi lagi-lagi kita
harus mempertanyakan pada hati sanubari apakah sudah terimplementasikan ataukah belum sama sekali.

Sila keempat (Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan). Bermakna, Kerakyatan Indonesia adalah demokrasi
yang di pimpin oleh hikmah kebijaksanaan dan mufakat. Dengan cara memuliakan,
menghargai dan menghormati orang lain tanpa membedakannya sedikitpun, selalu
bersikap jujur, dan lain sebagainya. Namun jika dilihat dari salah satu sudut kasus
saat pemilu tahun 2019 silam, sebanyak 894 petugas KPPS meninggal dunia patut
kita pertanyakan kembali apakah sila keempat sudah terimplementasikan dengan baik ataukah belum.

Baca Juga: Tanda Bahaya: Pemilugate dan Bansosgate Tunjukkan Kacauannya Pengelolaan Negara (1)

Sila kelima, (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia). Bermakna bahwa
Masyarakat Indonesia menyadari sepenuhnya manusia memiliki hak dan kewajiban
yang sama di mata hukum. Seperti mengimplementasikanya dengan cara menyadari
harus bersikap adil antar sesama dan menjaga antara hak dan kewajiban serta
menghormati harkat dan martabat sesama. Namun pada sila kelima ini kita telaah
kembali pada beberapa kasus korupsi seperti pada pendanaan paket bansos yang
dilakukan oleh Juliari Batubara, dijatuhi hukuman 12 tahun penjara. Ini merupakan
salah satu contoh ketidakadilan dan ketidaktegasan dalam menjatuhi hukuman pada
seorang koruptor.

Maka pada intinya kita tela’ah dan lihat kembali apakah nilai pancasila sudah kita
terapkan dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa, dan bernegara ?
Jangan sampai kita sebagai bangsa Indonesia tidak mengimplementasikan ideologi
negara kita sendiri, sehingga banyak terjadi kasus dan masalah serius pada lapisan
masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X