Oleh: Erika Erviyani
Di Indonesia, saat ini perbedaan merupakan hal yang tidak asing lagi. Masyarakat
sudah sering dihadapkan dengan kenyataan bahwa mereka dituntut untuk dapat
saling memahami tanpa harus saling menyalahkan. Dalam Islam, perbedaan
merupakan sebuah rahmat dari Allah SWT. Dengan perbedaan itulah, kehidupan di
dunia ini menjadi bervariasi, penuh dengan keindahan. Mulai dari perbedaan suku,
ras, budaya, bahkan dalam hal keyakinan.
Baca Juga: Jaga Pencernaan Tubuh Dengan Rutin Konsumsi Wortel
Keyakinan merupakan hal sangat sakral. Tidak bisa sembarang orang untuk saling
menyalahkan ataupun membenarkan keyakinan yang lain. Sedikit saja kita
melakukan hal yang sembrono, maka perbuatan tersebut akan berdampak besar,
baik itu dapat menyakiti pihak terkait atau biasanya ditindaklanjuti oleh pemerintah
setempat karena telah melecehkan atau mencemarkan nama baik dalam beragama.
Segalanya harus berdasarkan pada keyakinan yang telah dipercayainya. Begitupun
di negara kita ini, terdapat enam agama yang telah diakui secara resmi oleh
pemerintah, diantaranya Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu.
Dengan perbedaan keyakinan-keyakinan tersebut, tidak menjadikan bangsa
Indonesia menjadi terpecah-belah. Pada kenyataannya, masyarakat di Indonesia
mampu untuk saling memahami dan menghargai perbedaan keyakinan tersebut.
Baca Juga: Konsumsi Kunyit Campur Garam Berkhasiat Lancarkan Menstruasi
Contohnya ketika salah satunya harus menjalankan ibadah, maka ia
mempersilakannya untuk beribadah dengan khusyu. Tidak hanya itu, bentuk
toleransi lainnya yaitu dengan kita tidak memaksakan kehendak kita padanya untuk
dapat menganut keyakinan yang sama dengan kita.
Dalam beragama, tidak dibenarkan jika seseorang hendak memaksa seseorang
lainnya untuk menganut agama yang sama dengannya, atau ia mengganggu
seseorang yang sedang menunaikan ibadah, hak ini tidak dapat dibenarkan, karena
hal demikian sangat tidak mencerminkan sosok pribadi yang tolerir. Pemerintahpun
saat ini telah memberikan kebebasan kepada masyarakatnya untuk menganut
keyakinan sesuai dengan kepercayaannya masing-masing, tanpa ada syarat
ataupun paksaan dari pihak manapun.
Agamapun sangat menganjurkan kepada umatnya agar belajar untuk saling
mengenal, saling memahami, mengasihi, menghargai, serta tolong menolong dalam
hal kebaikan. Toleransi ini merupakan satu dari empat indikator penguatan dalam
moderasi beragamayang dimana telah menjadi prioritas RPJMN 2020-2024.
Sementara tiga indikator lainnya yaitu anti-kekerasan, wawasan kebangsaan, dan
ramah tradisi.
Maka dari itu, mari kita sama-sama meningkatkan semangat untuk saling
menghargai dan toleransi dalam menghadapi perbedaan-perbedaan yang kian bermunculan.***
Artikel Terkait
Waspada, Konsumsi Aspartam Bisa Picu Pengaruhi Kerja Otak
Tiga Manfaat Konsumsi Kunyit Campur Garam yang Wajib Diketahui
Toleransi Merupakan Akar Dari Perdamaian
Kunyit Campur Garam Bermanfaat Usir Demam
Wow, Kunyit Campur Garam Redakan Asam Lambung
Konsumsi Kunyit Campur Garam Berkhasiat Lancarkan Menstruasi
Kandungan Buah wortel yang wajib Diketahui
Manfaat Konsumsi Wortel Bagi Kesehatan Mata
Konsumsi Wortel Berkhasiat Turunkan Resiko Kanker
Jaga Pencernaan Tubuh Dengan Rutin Konsumsi Wortel