Demokrasi itu Rahmat Sekaligus Ujian (Renungan Pasca Pilpres)

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Jumat, 16 Februari 2024 | 06:11 WIB
Ilustrasi Demokrasi (Siti Barkah/Naratimes)
Ilustrasi Demokrasi (Siti Barkah/Naratimes)

 

Oleh: Nanang Gojali (Ketua Komjit MUI Cianjur dan Pengasuh Komunitas Ngabar)

Hingar bingar Pemilu 2024 untuk menentukan perjalanan bangsa Indonesia lima tahun kedepan sudah mulai mereda. Rakyat yang mempunyai hak pilih sudah melaksanakan haknya dengan memilih calon anggota DPRD, DPR RI DPD dan paslon capres-cawapres.

Dari kelima kertas suara yang dicoblos, adalah kertas suara Pilpres yang paling menarik dan yang paling ditunggu hasilnya. Tiga jam setelah selesai pemungutan suara, sistem hitung cepat (quickcount) mulai berjalan dan tayang secara live di seluruh saluran TV.

Meskipun hasil yang sesungguhnya harus menunggu rekapitulasi dari KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang berwenang, namun biasanya penghitungan suara melalui hitung cepat dan hitung lambat oleh KPU, hasil akhirnya tidak jauh berbeda. Sampai saat ini, pasangan Prabowo-Gibran masih unggul dalam perolehan suara versi hitung cepat.

Bagi Anda yang sejak awal menginginkan pasangan AMIN atau Ganjar-Mahfud menjadi presiden dan wakil presiden RI 2024-2029, pasti tidak atau kurang begitu percaya dengan hitung cepat.

Bahkan Anda juga sebelumnya tidak percaya dengan lembaga-lembaga survey elektabilitas yang juga selalu menempatkan paslon Prabowo-Gibran di urutan pertama.

Selain karena fakta bejibunnya para pendukung AMIN atau Ganjar-Mahfud dalam setiap helaran kampanye terbuka, juga karena Anda memandang apa yang terjadi dengan pasangan Prabowo-Gibran sarat dengan rekayasa.

Kita memang harus menunggu keputusan dari KPU siapa pemenang PILPRES 2024 ini. Tetapi, kita juga harus siap mental dengan kemungkinan yang akan mengecewakan tidak jadinya paslon AMIN atau Ganjar-Mahfud sebagai presiden dan wakil presiden harapan kita.

Bagaimanapun dan apapun resiko sosial politik yang akan terjadi kedepan, PilPres ini hasil dari sistem demokrasi yang sudah ditahbiskan oleh para pendiri negara ini sebagai sistem pemerintahan kita.

Last but least, DEMOKRASI itu rahmat yang telah diberikan Allah kepada bangsa Indonesia, tetapi juga sekaligus sebagai UJIAN yang harus disikapi dengan kesabaran dan keikhlasan.

Wallahu a'lam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X