Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengidentifikasikan "kota kecil" tersebut adalah dengan menemukan hubungannya yang tidak terbantahkan dari Al-Qur'an dengan Ya'juj dan Ma'juj.
Kedua, Ya'juj dan Ma'juj merupakan salah satu tanda akhir zaman, dan Al-Qur'an telah menyatakan bahwa Nabi Isa AS merupakan tanda-tanda yang paling utama akhir zaman:
"Dan, saksikanlah bawah pasti dia, Nabi Isa AS, (yaitu kembalinya ke dunia) merupakan suatu Tanda dari Saat Akhir; maka janganlah mempunyai keraguan apa pun mengenainya, tetapi ikutilah Aku. Ini (satu-satunya) yang merupakan jalan yang lurus."
(QS. Az-Zukhruf: 61).
"Kota kecil" ini pastilah merupakan kota yang terhubung dengan Nabi Isa AS, karena tidak ada lagi "kota kecil" yang terhubung dengan beliau. Karenanya kota itu pasti Yerusalem.
Hasil identifikasi "kota kecil" ini adalah Yerusalem dikuatkan dengan Hadits, dimana Ya'juj dan Ma'juj akan melewati Danau Galilea pada waktu mereka sedang menuju gunung di Yerusalem:
"Nabi SAW bersabda, bahwa yang pertama (dari Ya'juj dan Ma'juj) yang melewati Danau Galilea dan mulai meminum airnya, sampai ketika yang terakhir dari mereka melewati Danau itu lagi, mereka akan berkata: "Suatu saat pernah air di sini." Mereka kemudian meneruskan perjalanannya sehingga sampai di suatu Gunung di Yerusalem dan mereka akan berkata: "Kita telah membunuh semua yang ada di muka bumi. Mari kita bunuh mereka yang ada (di atas) di langit." (HR. At-Tirmidzi).
Al-Qur'an menyatakan bahwa pengusiran kaum Yahudi dari Yerusalem merupakan keputusan Tuhan, dan juga menyatakan larangan Tuhan bagi kaum tersebut untuk merebut kembali Yerusalem.
Ketika kemudian mereka ternyata kembali dan berhasil merebut Yerusalem yang diklaim sebagai milik mereka, keadaan tersebut tidak saja merupakan tanda bahwa Ya'juj dan Ma'juj telah dilepaskan, dan telah menyebar ke berbagai penjuru, tetapi juga dapat mengungkapkan identitas Yajuj dan Ma'juj dalam aliansi kekuatan Yahudi-Kristen yang menguasai peradaban barat modern, dan yang membawa kaum Yahudi Bani Israil kembali ke Yerusalem.
Karena Al-Qur'an juga menyatakan bahwa Ya'juj dan Ma'juj sebagai agen _fasad_, yakni penyebab kerusakan di muka bumi (QS. Al-Kahfi: 94), maka dampak dari penyebaran mereka ke berbagai penjuru, adalah mereka melakukan _fasad_ secara universal.
Penjelasan Al-Qur'an mengenai _fasad_ yang mendunia ini, yang menimpa umat manusia sekarang, amat jelas dan gamblang. Ya'juj dan Ma'juj adalah penyebab _fasad_ yang mendunia itu. Tidak ada sebab lainnya lagi.
Tidak saja metodologi yang salah yang mengabaikan Al-Qur'an ini dapat menyesatkan kurun waktu dilepaskannya Ya'juj dan Ma'juj, dan kelalaian dalam mengidentifikasikan penjelasan Al-Qur'an mengenai _fasad_ yang mendunia, hal ini juga dapat membuat interpretasi yang salah dari Hadits bahwa Allah bukan *mengirimkan* Ya'juj dan Ma'juj, melainkan *melepaskan* mereka:
"... dan ketika Allah mengirimkan Ya'juj dan Ma'juj dan mereka akan menyebar ke berbagai penjuru. Yang pertama dari mereka akan melewati Danau Galilea dan mereka akan minum dari Danau tersebut. Dan yang terakhir dari mereka akan melewati Danau tersebut dan mereka akan berkata dulu pernah ada air disini."
(Sahih Muslim).
Mereka yang menggunakan metodologi yang salah juga tidak dapat menangkap petunjuk yang diberikan Hadits ini, bahwa ketinggian air di Danau Galilea yang menyusut merupakan tanda bahwa Ya'juj dan Ma'juj telah dilepaskan. Mereka telah melewati Danau tersebut pada saat mereka sedang menuju Yerusalem.
Kenyataanya sekarang, ketinggian air di Danau Galilela telah sedemikian rendah dari yang pernah terjadi, sehingga hanya tinggal menunggu waktu saja untuk menjadi kering dan tidak ada setetes air pun di sana. Ini merupakan bukti nyata bahwa Ya'juj dan Ma'juj telah dilepaskan.
Akhirnya, kita dapat mengarahkan perhatian ke Hadits lain yang mencatat penglihatan Nabi SAW yang dialami pada saat tidur di rumah istrinya Zainab RA. Hadis ini demikian pentingnya sehingga perlu dikutip secara keseluruhan:
Artikel Terkait
Debat Publik Bagi Rakyat Untuk Memantapkan Pilihan Calon Pemimpin Yang Tidak Keblinger
Firman Mulyadi : Pembuatan Alat Bakar Sampah (Insenerator) Bukti Kepedulian Putra Daerah Terhadap Cianjur
Joko Ardi Tekankan Pentingnya Peran Anggota Legislatif Dalam Peningkatan IPM Cianjur
Kandungan Buah Naga yang Wajib Diketahui, Cek Disini
Jejak Karir Politik Prabowo Subianto
Kecenderungan Politik Pilpres 2024
Putri Malu Tanaman Ajaib Musuh Kolesterol Jahat
Wow, Daun Putri Malu Dipercaya Bisa Obati Sakit Kejang
Anies Rasyid Baswedan Dalam Pilpres 2024 : Potensi Pemimpin Baru yang Membawa Perubahan Bagi Indonesia
Politik Black Campaign: Strategi yang Kontroversial dalam Kompetisi Politik