Sabar itu adalah “a state of mentality” (keadaan mental) yang membaja di hadapan tantangan dan/atau sebaliknya godaan. Pemimpin yang sabar tidak mudah patah semangat karena tantangan yang ada. Tidak mudah emosi atau marah karena kritikan. Tapi juga tidak mudah terjatuh ke dalam jebakan godaan-godaan yang ada.
Ketiga, “وكانوا باياتنا يوقنون” (dan mereka yakin dengan ayatKu/tanda-tanda kekuasanKu).
Keyakinan itu menghasilkan ketetapan dan soliditas hati. Kekuatan hati itulah yang melahirkan “self confidence” atau “self esteem” (percaya diri) yang tinggi. Pemimpin akan menghadapi ujian ragam permasalahan, baik dalam negeri maupun di dunia luar. Di sinilah seorang pemimpin harus memiliki ketetapan hati (keyakinan) untuk mengambil keputusan terhadap permasalahan-permasalahan yang ada. Jika tidak maka yang terjadi adalah ketidak pastian dalam urusan-urusan penting kepemimpinan itu.
Pemimpin yang memiliki keyakinan juga adalah pemimpin yang tidak mudah diintimidasi oleh siapapun dan oleh keadaan apapun. Kita sadar bahwa persaingan global sangat deras. Kerap kali yang kuat semena-mena menekan dan mengintimidasi yang dianggap lemah. Di sinilah seorang pemimpin yang punya “keyakinan” (self esteem) akan tegar menghadapi semua tekanan.
Sebaliknya dengan keyakinan itu pula dia tidak akan mengimitasi siapapun, bahkan yang mengeritknya. Lawan politik sekalipun justeru akan dianggap partner setajam apapun perbedaan yang ada. Wewenang yang dimilikinya bukan kekuasaan yang menjadi jalan kesemena-menaan, baik secara halus apalagi kasar.
Merujuk kepada sepuluh prinsip kepemimpin efektif tadi yang tersimpulkan secara gamblang dalam ayat Al-Quran ini, tentu implikasi teknis dan praktisnya ada pada wawasan yang luas (broaden mindset), intergritas yang tinggi (punya Karakter dan etika) serta kapasitas yang mumpuni, termasuk inovatif, kreatif serta memiliki kemampuan komunikasi yang tinggi.
Di tengah memanasnya temperatur politik saat ini, diperlukan kemampuan untuk melakukan rasionalisasi pilihan, berpikir matang, jauh dari tendensi kepentingan sempit dan sesaat. Dan yang terpenting tentunya “istafti qalbak” (tanya hatimu). Karena hati nurani takkan bisa dibohongi.
NYC Subway, 2 Januari 2024
(Ringkasan tulisan ini pernah saya sampaikan di bulan Agustus lalu).
Artikel Terkait
Lima Problema Mendasar Dunia
Tips Bahagia
Hari Pertama Tahun 2024, Mahasiswa PMI UIN Bandung Bantu Masyarakat Relokasi Gempa
Pergantian Tahun dan Pergantian Presiden
Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Kelompok Tani di Garut : Potensi dan Tantangan
Syukuran Bertambah Usia, Arya S Pratama Ketua DPC Hanura Kabupaten Cianjur Optimis Raih 4 Kursi di Pileg 2024
Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sukalaksana Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Mengurangi Kemiskinan
Dewan Kota (Dekot), 23 Tahun Konsisten Mengawal Pembangunan Cianjur
Dicky Wangsa, Caleg PKS Dapil 1 Nomor Urut 5 Ungkap Politik Adalah Ibadah
Kiprah dan Pengabdian Rizal Ramli Yang Nyaris Genap 70 Tahun Untuk Negeri ini