Mengapa para Rabi Yahudi berkumpul di Madinah dan menunggu saat Nabi Hijrah?
Jawabannya, karena momen paling penting dalam sejarah Yahudi akan datang. Para Rabi terbaik Yahudi ini bisa mengenali bahwa orang yang akan datang ke Madinah ini adalah seorang Nabi. Demikian pentingnya momen itu, sehingga Allah dan para penduduk langit menantikan apa yang akan terjadi.
Hal pertama yang dilakukan Nabi SAW setelah tiba di Madinah, adalah menghadap Yerusalem untuk melaksanakan shalat.
Ketika shalat di Madinah menghadap Yerusalem, berarti Nabi membelakangi Ka'bah di Mekah, yang sampai saat itu Allah masih menentukan Yerusalem sebagai kiblat.
Ketika masih berada di Mekkah, Nabi SAW selalu melaksanakan shalat di salah satu sudut Ka'bah, sehingga bisa menghadap ke Ka'bah dan Yerusalem sekaligus.
Orang Arab ketika berada di mana pun mereka akan beribadah menghadap Ka'bah. Nabi Muhammad SAW adalah orang Arab. Tapi ketika shalat di Madinah, beliau tidak menghadap Ka'bah, malah membelakanginya.
Nabi SAW juga berpuasa pada waktu-waktu mereka berpuasa, dan dengan cara puasa sebagaimana mereka berpuasa.
Dari situ para Rabi semakin yakin bahwa orang ini pastilah seorang Nabi. Dia menyembah Tuhan yang sama dengan mereka, dan beragama dengan agama yang sama dengan mereka.
Lalu mereka memutuskan untuk mengujinya, dengan membawa dua orang yang mengaku telah berzina untuk bertemu dengan Nabi SAW.
"Hai Muhammad, jika engkau utusan Tuhan, engkau yang memutuskan perkara ini."
Mereka bermaksud memasang jebakan. Tapi karena Nabi SAW, dengan penglihatan intuisinya, dapat mengenali jebakan itu, maka jebakan itu malah berbalik menjadi bumerang buat mereka.
Nabi SAW kemudian bertanya kepada mereka: "Hukuman apa yang akan kalian jatuhkan kepada dua orang pezina ini?"
Mereka menjawab: "Kami akan membuat mukanya menjadi hitam, kami akan merajamnya."
(Rajam = hukuman bagi pezina, dilempari batu sampai meninggal).
Lalu Nabi SAW bertanya lagi: "Apakah hukuman rajam itu ada dalam kitab suci kalian?" Mereka menjawab: "Ya."
Artikel Terkait
Bantu Pembelajaran Anak, PAC Ansor Cibeureum Gandeng PT. Global Koneksi Investama dan RARA.NET Hibahkan Wifi Gratis
Kang Asrud Caleg DPRD Cianjur Dapil 4, Melalui Parlemen Siap Membangun Cianjur Berbasis Aspirasi
Ganjar Pranowo : Dipercaya Memiliki Elektabilitas Tinggu Sebagai Capres 2024
Urgensinya Debat Capres & Cawapres Bagi Rakyat
Spiritualitas dan Intelektualitas Mutlak Diperlukan Untuk Integritas Seorang Pemimpin
Kenali Penyakit Angin Duduk
Kenali Penyebab Angin Duduk
Organisasi Kesehatan Dukung Pengamanan Zat Adiktif dalam RPP Kesehatan
Kewaspadaan Terhadap Terjadinya Pneumonia Akibat Mycoplasma Pneumoniae Pada Anak di Indonesia
Pilpres di Depan Mata