Bersatu dan Bersama Menuju Perubahan Yang Lebih Baik dan Lebih Beradab Untuk Masa Depan

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Minggu, 10 Desember 2023 | 15:21 WIB
Jacob Ereste (Penggiat Media Sosial dan Pemerhati Kebijakan Politik) (Abdul Qodir Majid)
Jacob Ereste (Penggiat Media Sosial dan Pemerhati Kebijakan Politik) (Abdul Qodir Majid)

Oleh : Jacob Ereste

Ibarat banjir bandang , semua orang sudah meneriakkan banjir.Tatspi tidak satu orang mengambil inisiatif untuk segera bertindak misalnya langsung mengangkat karung pasir untuk membendung banjir bandang itu, atau setidaknya untuk membelokkan arah dari air yang terus melantak pemukiman bersama yang sudah terancam tenggelam.

Begitulah gerakan sporadis kaum aktivis pergerakan yang sangat terkesan tidak sedikit diantaranya yang memimpikan people power. Sementara upaya untuk membangun kesadaran warga masyarakat untuk bersatu dan berhimpun nyaris tidak pernah dilakukan. Aksi massa kaum buruh yang dikelola oleh serikat buruh maupun partai buruh pun seperti sudah kehilangan momentumnya.

Baca Juga: Waspadai Bahaya Laten Korupsi Bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

Apalagi hendak memanfaatkan peluangnya yang baik bukan hanya sekedar untuk ikut Pemilu yang ditengarai tidak akan berlangsung jujur, bebas dan adil serta bermartabat mengedepankan etika, moral dan akhlak mulia manusia yang dianugerahi oleh Tuhan.

Partai buruh yang telah dideklarasikan kembali pada tahun 2022 silam, hingga kini terkesan tenang-tebang saja, seakan-akan negeri ini sedang baik-baik saja.

Padahal di sana sini banyak orang sudah gerah dan berteriak, hingga seruan aksi mogok nasional yang diklaim akan dilakukan sepanjang bulan Desember bisa membuat gelombang badai yang mampu kembali menata harmoni kehidupan yang sudah kacau balau, telah memporak-porandakan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Baca Juga: Pelepasan Wisudawan ke 94 Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung

Realitasnya toh, senada dan seirama dengan sejumlah aksi kaum pergerakan lain yang juga cenderung membangun dinasty kekuasaan sendiri, seakan-akan perubahan besar yang akan terjadi dapat dilakukan sendiri. Padahal, yang sesungguhnya yang terjadi adalah sekedar keasyikan dengan ide dan gagasan sendiri yang selalu hendak dipaksakan menjadi panutan bagi orang lain.

Di sektor media massa pun mulai dari media cetak, audio visual dan audio tipe bahkan media berbasis internet pun asyik sendiri- sendiri, seakan sedang menikmati eforia dari keambrukan dominasi media mainstream yang sudah sekarat.

Selebihnya media apapun yang ada, terkesan lebih dominan membangun pergunjingan atas dasar seleranya sendiri, tanpa lebih kreatif menawarkan alternatif model dari gerakan yang lebih taktis dan strategis bagi kaum pergerakan untuk melakukan percepatan perubahan seperti yang diharapkan rakyat banyak.

Karena itu untuk menuju perubahan yang lebih baik dan lebih beradab -- tidak boleh membiarkan kondisi dan situasi yang sudah sangat mengkhawatirkan seperti sekarang ini terus berlarut-larut tanpa menentukan langkah yang pasti harus dilakukan pada hari ini -- setidaknya segera membuat bingkai kebersamaan dan kesatuan sikap serta tindakan yang nyata yang lebih baik untuk dilakukan. Sebab pembiaran terhadap berbagai kericuhan dan kegaduhan hingga kepanikan yang muncul di berbagai sektor atau bidang kehidupan, bisa menimbulkan kepanikan rakyat membuat amuk yang tidak gampang untuk dikendalikan maupun diredakan hingga bisa menimbulkan banyak kerugian dan korban berjatuhan.

Baca Juga: Obati Batuk Alami, Cek Disini

Akibatnya, ketika amuk dan kemarahan rakyat terlanjur meledak, maka masalah akan semakin rumit untuk diselesaikan. Yang pasti, akibat terburuk dari keterlanjuran itu perlu dihadapi secara bersama-sama juga secar serempak, seperti hasrat untuk membangun konstruksi bangunan yang sudah keropos.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X