Perang Asimetrik dan Bioterorisme Harus Dihadapi Bersama Rakyat

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Senin, 4 Desember 2023 | 14:44 WIB
Ilustrasi Penularan Virus Pneumonia. (Foto:Istimewa)
Ilustrasi Penularan Virus Pneumonia. (Foto:Istimewa)

Bakteri Wolbachia yang telah diteliti sejak 12 tahun silam itu telah dilakukan uji coba seperti yang berpusat di Yogyakarta, pun sedang menjadi sorotan publik, karena akibat dari penebaran nyamuk Wolbachia yang dilaluoan secara liar serampangan itu, sangat meresahkan warga masyarakat, karena tidak memberi jaminan atas efeknya bila nyamuk Wilbachia itu menyengat manusia. Karena sebarannya tidak bisa dikontrol bisa berterbangan ke berbagai tempat dan daerah, lalu apa efeknya bagi manusia dan lingkungan ?

Resikonya, memang terjadi dugaan yang liar pula berkembang dalam masyarakat terhadap kekhawatiran serta kecemasan terhadap nyamuk Wolbachia yang sudah berkeliaran dimana-mana itu tanpa informasi maupun pemberitahuan yang cukup bagi warga masyarakat yang tak hendak dijadikan kelinci percobaan.

Kecuali itu, fenomena dari semangat perang tanding secara terselubung (froxy war) yang mulai tumbuh sejak awal tahun 2000 silam itu di Indonesia, jadi semakin nyata dan patut diduga froxy ini sungguh sedang terjadi entah oleh siapa dan untuk siapa. Namun yang pasti adanya bangsa asing bersama segenap antek-anteknya seperti yang ditunjukkan oleh deras masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia pada sepuluh tahun terakhir.

Bioteknologi utamanya rekayasa genetika telah menjadi senjata biologis. Modifikasi materi genetik atau DNA organisme telah dimanfaatkan membuat racun, atau semacam elemen yang bisa menular hingga menjadi senjata biologis yang dapat mematikan.

Baca Juga: Sinta Dewi Berharap Hari Guru Nasional Tingkatkan Peran Guru Dalam Dunia Pendidikan

Senjata biologis yang telah dikembangkan untuk biotetotisme sungguh dapat menimbulkan kekacauan. Maka itu perang kimia ini juga disebut peranv global pertama dan perang total pertama pada abad ke-20.

Bioterorisme yang tercatat dalam sejarah kelam umat manusia adalah serangan biokimia di Amerika Serikat yang dilakukan oleh oleh penyakit antraks pada tahun 2001. Peristiwa "Amerithrak" ini berurutan dengan peristiwa 11 September 2001 yang meruntuhkan Gedung World Trade Center (WTC). Serangan antraks dilalukan melalui amplop yang dikirim melalui Kantor Pos untuk sejumlah politisi termasuk senator yang dijadikan sasaran korban.

Ada juga yang menyebut perang terorisme sebagai bagian dari strategi perang asimetrik model abad ke -21. Jadi, terorisme tidak cuma sekedar sebagai metode perang (method of combat), tapi juga merupakan strategi perang asimetrik. Dan kita sebagai rakyat pasti tak hendak dijadikan korban.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X