Bakteri Wolbachia yang telah diteliti sejak 12 tahun silam itu telah dilakukan uji coba seperti yang berpusat di Yogyakarta, pun sedang menjadi sorotan publik, karena akibat dari penebaran nyamuk Wolbachia yang dilaluoan secara liar serampangan itu, sangat meresahkan warga masyarakat, karena tidak memberi jaminan atas efeknya bila nyamuk Wilbachia itu menyengat manusia. Karena sebarannya tidak bisa dikontrol bisa berterbangan ke berbagai tempat dan daerah, lalu apa efeknya bagi manusia dan lingkungan ?
Resikonya, memang terjadi dugaan yang liar pula berkembang dalam masyarakat terhadap kekhawatiran serta kecemasan terhadap nyamuk Wolbachia yang sudah berkeliaran dimana-mana itu tanpa informasi maupun pemberitahuan yang cukup bagi warga masyarakat yang tak hendak dijadikan kelinci percobaan.
Kecuali itu, fenomena dari semangat perang tanding secara terselubung (froxy war) yang mulai tumbuh sejak awal tahun 2000 silam itu di Indonesia, jadi semakin nyata dan patut diduga froxy ini sungguh sedang terjadi entah oleh siapa dan untuk siapa. Namun yang pasti adanya bangsa asing bersama segenap antek-anteknya seperti yang ditunjukkan oleh deras masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia pada sepuluh tahun terakhir.
Bioteknologi utamanya rekayasa genetika telah menjadi senjata biologis. Modifikasi materi genetik atau DNA organisme telah dimanfaatkan membuat racun, atau semacam elemen yang bisa menular hingga menjadi senjata biologis yang dapat mematikan.
Baca Juga: Sinta Dewi Berharap Hari Guru Nasional Tingkatkan Peran Guru Dalam Dunia Pendidikan
Senjata biologis yang telah dikembangkan untuk biotetotisme sungguh dapat menimbulkan kekacauan. Maka itu perang kimia ini juga disebut peranv global pertama dan perang total pertama pada abad ke-20.
Bioterorisme yang tercatat dalam sejarah kelam umat manusia adalah serangan biokimia di Amerika Serikat yang dilakukan oleh oleh penyakit antraks pada tahun 2001. Peristiwa "Amerithrak" ini berurutan dengan peristiwa 11 September 2001 yang meruntuhkan Gedung World Trade Center (WTC). Serangan antraks dilalukan melalui amplop yang dikirim melalui Kantor Pos untuk sejumlah politisi termasuk senator yang dijadikan sasaran korban.
Ada juga yang menyebut perang terorisme sebagai bagian dari strategi perang asimetrik model abad ke -21. Jadi, terorisme tidak cuma sekedar sebagai metode perang (method of combat), tapi juga merupakan strategi perang asimetrik. Dan kita sebagai rakyat pasti tak hendak dijadikan korban.***
Artikel Terkait
Kawah Candradimuka Bukan Penjara Aksara
Kang Fathur Apresiasi Peran Guru Dalam Pembangunan Generasi Indonesia
Pemberdayaan Berbasis Pariwisata Menjadi Fokus Baru Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Ketahanan dan Swasembada Pangan Serta Food Estate Telah Menjadi Mimpi Indah dan Harapan Rakyat
Membangun Untuk Kepentingan Bersama Itu Tidak Mungkin Dapat Dilakukan Sendiri
Sinta Dewi Berharap Hari Guru Nasional Tingkatkan Peran Guru Dalam Dunia Pendidikan
Peringati Hari Pohon Internasional, Mahasiswa BKI UIN Bandung Lakukan Aksi Nyata, Tanam 500 Bibit di Kabupaten Bandung
Nyambi Jadi Pengedar Narkotika, Seorang IRT Ditangkap Polres Karawang
Aksi Mogok Nasional 5 Juta Kaum Buruh Dapat Menjadi Penakar Ketangguhan Partai Buruh Layak Ikut Pemilu Tahun 2024
Gandeng Lapas Sukamiskin, FDK UIN Bandung Teken Kerja Sama dan Sosialisasi Layanan Konseling