Journalnusantara.com, Kabupaten Pangandaran - Puluhan mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung baru saja melakukan perjalanan inspiratif mereka di Desa Batu Karas, Pangandaran, Jumat (24/11/2023).
Cerita ini bukan hanya tentang penelitian, tapi juga tentang semangat bebas belajar yang mekar di bawah langit Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang di usung oleh Kemendikbudristek.
Dibimbing oleh Dr. H. Rohmanur Aziz, M.Ag., CIIQA., Ketua jurusan PMI, mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi lebih dari itu mahasiswa harus merasakan sendiri kehidupan nyata dari hasil pembelajaran di kampus.
"Program studi independen ini bukan hanya teori di buku, tapi jendela nyata ke dunia nyata," ungkapnya, semangatnya menyala-nyala.
Disuguhkan dengan hadirnya praktisi komponen kelembagaan pemerintah Pangandaran, mahasiswa PMI belajar meresapi keberagaman Pangandaran selama dua hari. Lukman, ketua panitia studi komparatif, berkomentar, "Studi independen ini adalah langkah nyata dalam merasakan keberagaman dan memperkuat pemberdayaan. Semoga setiap momen jadi bekal berharga di dunia luar."
Pentas eksplorasi studi ini juga dihadiri oleh para ahli di bidangnya. Figur seperti H. M. Agus Satriadi, S.Pt., M.P. (Kepala Bappeda Kabupaten Pangandaran), Tonton Guranti, SH. (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran), dan U Saeful Rokhman, S.Sos., M.Si. (Kepala Satuan Pelaksana BPD Kabupaten Pangandaran) turut memberikan cahaya kegiatan.
Selain menggali ilmu di kelas, mahasiswa terlibat langsung dalam pengelolaan pariwisata di Objek Desa Wisata Citumang. Sopian Munawar, dosen mata kuliah Tata Ruang, optimis pengalaman praktis ini bakal menjadi bekal berharga dalam merancang pemberdayaan.
Aat Suswanto, Peneliti Pariwisata berbasis budaya/Sekjen Dewan Pariwisata Indonesia Wilayah Jawa Barat, menyebutkan, "Studi ini adalah fondasi kuat bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya pengelolaan pariwisata berbasis budaya. Mudah-mudahan cerita mereka memicu semangat baru di jagad pariwisata."
U Saeful Rokhman, S.Sos., M.Si. (Kepala Satuan Pelaksana BPD Kabupaten Pangandaran), menegaskan bahwa mahasiswa bukan sekadar catatan di kertas, melainkan sentuhan langsung dalam perkembangan daerah.
"Mereka adalah potensi nyata untuk perubahan positif," tambahnya, memberi semangat.
Kepala Jurusan dan Dosen Tata Ruang sangat berharap, "Dengan petualangan ini, harapannya setiap mahasiswa bisa merancang ruang yang lebih baik. Semoga cerita mereka menjadi inspirasi untuk wilayah yang lebih baik".
Artikel Terkait
Hari Anak Sedunia, Kang Fathur Tekankan Pentingnya Peran Pemerintah Menjamin Kesejahteraan Anak Terlantar
Hari Anak Sedunia, Hadi Sutrisno Tekankan Pentingnya Peran Pemerintah Dalam Menjaga Masa Depan Anak Terlantar
DAMPAK RIBA DIMASYARAKAT
Aspek Hukum Dalam Transaksi Jual Beli Online: Perlindungan Konsumen, Keabsahan Kontrak Elektronik, Dan Tanggung Jawab Pihak Terlibat Dalam Lingkungan
Sambut Digitalisasi Masjid, Badiklat Persis Gandeng DEKS BI dan Masjed Indonesia Digital Foundation Gelar Pelatihan Qayyim Masjid
Mulia Tanpa Singgasana
Hari Guru Nasional Bangun Semangat Mengajar Guru Indonesia
Hoerul Umam Berharap Hari Guru Nasional Tingkatkan Peran Serta Pendidik Dalam Membangun Generasi Indonesia
Kawah Candradimuka Bukan Penjara Aksara
Kang Fathur Apresiasi Peran Guru Dalam Pembangunan Generasi Indonesia