OPINI, journalnusantara.com - Riba menurut pengertian bahasa berarti tambahan (az-ziyadah), berkembang,(an-numuw), meningkat (al-irtifa ) dan membesar (al-uluw). Dengan kata lain, riba adalah penambahan, perkembangan, peningkatan,dan pembesaran atas pinjaman pokok yang diterima pemberi pinjaman dari peminjam sebagai imbalan karena menangguhkan atau berpisah dari sebagian modalnya selama periode waktu tertentu. Riba terbagi kepada beberapa macam,yaitu Riba Nasi,ah, Riba Yadh, Riba Qardhi dan Riba Fadhal.
Riba Nasi`ah adalah tambahan yang diambil karena penundaan pembayaran utang untuk dibayarkan pada tempo yang baru, sama saja apakah tambahan itu merupakan sanksi atas keterlambatan pembayaran hutang, atau sebagai tambahan hutang baru. Riba Yadh adalah jual beli yang dilakukan seseorang sebelum menerima barang yang dibelinya dari sipenjual dan tidak boleh menjualnya lagi kepada siapapun, sebab barang yang dibeli belum diterima dan masih dalam ikatan jual beli yang pertama. Dengan kata lain, kedua belah pihak yang melakukan pertukaran uang atau barang telah berpisah dari tempat aqad sebelum diadakan serah terima. Riba fadhal adalah riba yang diambil dari kelebihan pertukaran barang yang sejenis yang barangnya sama, tetapi jumlahnya berbeda. Riba qardhi adalah meminjam uang kepada seseorang dengan syarat ada kelebihan atau keuntungan yang harus diberikan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman. Riba itu dilarang berdasarkan al-Qur,an dan Hadits, yaitu surat al-Baqarah ayat 278-279, surat al-Imran ayat 130, surat an-Nisa, ayat 160-161 dan surat ar-Ruum ayat 39. Sedangkan dalam hadits Rasulullah Saw bersabda : ” Jabirberkata,bahwaRasulullahSaw melaknat pemakan riba,wakilya,penulisnya,dua orang saksinya, dan Rasul mengatakan mereka sama saja”.( HR.Muslim). Riba sangat berdampak di tengah-tengah masyarakat tidak saja berpengaruh dalam kehidupan ekonomi, tetapi dalam seluruh aspek kehidupan manusia,adapun dampaknya adalah sebagai berikut:
(1).Riba dapat menimbulkan permusuhan antara pribadi dan mengurangi semangat kerjasama/saling menolong dengan sesama manusia. Dengan mengenakan tambahan kepada peminjam akan menimbulkan perasaan bahwa peminjam tidak tahu kesulitan dan tidak mau tahu kesulitan orang lain; (2).Menimbulkan tumbuhnya mental pemboros dan pemalas. Dengan membungakan uang, kreditur bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari waktu kewaktu. Keadaan ini menimbulkan anggapan bahwa dalam jangka waktu yang tidak terbatas ia mendapatkan tambahan pendapatan rutin, sehingga menurunkan dinamisasi, inovasi dan kreativitas dalam bekerja;
(3).Riba merupakan salah satu bentuk penjajahan. Kreditur yang meminjamkan modal dengan menuntut pembayaran lebih kepada peminjam dengan nilai yang telah disepakati bersama;
(4).Menjadikan kreditur mempunyai legitimasi untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik untuk menuntut kesepakatan tersebut. Karena dalam kesepakatan, kreditur telah memperhitungkan keuntungan yang diperoleh dari kelebihan bunga yang akan diperoleh, dan itu sebenarnya hanya berupa pengharapan dan belum terwujud.
Note : Abdul Salas, Mahasiswa STAI AL AZHARY CIANJUR,Prodi Hukum Keluarga Islam.
Artikel Terkait
Manfaat Kurikulum Pendidikan Kepramukaan Bagi Siswa
Tips Bergadang Yang Bisa Dicoba
Pengaruh Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Indikator Ketercapaian Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Merdeka
Manfaat dan Kandungan Kopi Hitam, Cek Disini
Ternyata Minum Kopi Hitam Bermanfaat Buat Kesehatan Hati dan Jantung
Kandungan Nutrisi Susu Kambing Etawa, Cek Disini
Hoerul Umam Berharap Hari Anak Sedunia Tingkatkan Kepedulian Terhadap Nasib Anak - Anak Terlantar
Hari Anak Sedunia, Kang Fathur Tekankan Pentingnya Peran Pemerintah Menjamin Kesejahteraan Anak Terlantar
Hari Anak Sedunia, Hadi Sutrisno Tekankan Pentingnya Peran Pemerintah Dalam Menjaga Masa Depan Anak Terlantar