Jadi, begitulah hasrat untuk memberi obat, jangan sampai yang sakit terlanjur mati. Karena terlambat datang, hanya di Jakarta yang masih bisa dimaafkan, tapi di kampung kita, telak penguburan jenazah pun masih sering menjadi persoalan. Itulah sebabnya, pesan orang bijak bahwa antara keikhlasan dan kejujuran itu tidak berjarak. Tapi keduanya tidak pula sama dengan satu mata uang yang bermuka dua.***
Artikel Terkait
Resahkan Warga, Polsek Kalijati Amankan Knalpot Bising
Jelang Operasi Mantap Brata Lodaya 2023, Polres Indramayu Gelar Simulasi Sispamkota
7 Fungsi Keringat Bagi Kesehatan Yang Perlu Diketahui
Caleg DPR RI dari Partai Golkar Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin, Kesejahteraan Rakyat Prioritas Tepat
Aksi Solidaritas Rakyat Indonesia Untuk Perjuangan Bangsa Palestina Implementasi Dari Mukadimah UUD 1945
BaleAmin Gelar Doa Bersama dan Siap Kawal Pendaftaran Pasangan AMIN ke KPU RI
Ketua KADIN Cianjur H. Paeruzilah Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat , Membangun Daerah Berbasis Aspirasi
Glaukoma : Menyelami Penyakit Mata yang Diam-diam Berbahaya
Ketika Harta Datang dan Pergi
Surat Terbuka Untuk Bupati Cianjur Terkait Acara 0 Km Di Desa Mekarlaksana Sindang Barang