nasional

Bisa Rusak Budaya Pendidikan, Pemerintah Harus Double Control Cegah Tindakan Bullying dikalangan Pelajar

Minggu, 18 Juni 2023 | 14:25 WIB
STOP Bullying! Ini Akibatnya (gpointstudio Freepik.com)

JournalNusantara.Com - Video viral bullying sesama pelajar SMP yang terjadi di Cipanas Cianjur membuat prihatin beberapa kalangan khususnya penggiat pendidikan Cianjur.

Dalam video tersebut terlihat bagaimana sekelompok pelajar SMP melakukan bullying seperti menendang, push up bahkan sampai cium kaki.

Menurut Ahmad Nur Rizal, lulusan Fakultas Ilmu Budaya Unpad yang sekarang berprofesi sebagai dosen di Universitas Suryakancana Cianjur mengungkapkan kasus bullying yang terjadi kemarin bisa dianggap kejadian luar biasa.
Dimana pelajar SMP yang berusia 13-16 tahun bisa melakukan tindakan yang menurut norma budaya Indonesia masuk kategori abnormal atau diluar kebiasaan salahsatunya mencium kaki diteruskan dengan tindakan kekerasan seperti menendang.

Baca Juga: Tampilkan Kreasi Seni, SMP NU Cianjur Sukses Laksanakan Acara Perpisahan

Hal tersebut seolah menunjukan siapa yang berkuasa di sini.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya tindakan bullying dikalangan remaja.

1. Banyak menonton tindakan kekerasan
Banyaknya tayangan kekerasan di internet atau media sosial, game online yang ditonton secara terus menerus bisa menyebabkan anak memiliki karakter keras kepala dan terobsesi ingin menjadi jagoan.
Hal tersebut menyebabkan dalam kehidupan pertemanan atau kelompok ingin disebut jago dan memegang kendali sehingga ketika melihat teman yang terlihat lemah akan di tindas agar terlihat kekuasaannya.

Baca Juga: Polres Kota Cirebon Tangkap Pelaku TPPO dengan Iming-Iming Gaji 4,7 Juta per Bulan

2. Kurang mendapat pendidikan karakter
Minimnya bekal pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan, empati, konseling dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya bullying.
Saat anak dibiarkan dengan nalurinya apabila salah pergaulan maka anak akan menjadi liar atau mudah lepas kendali serta tidak mau mengerti apa yang dirasakan oleh orang lain.
Kurangnya rasa empati ini dapat membuat anak-anak merasa bahwa tindakan bullying-nya hanyalah candaan semata, di saat orang lain merasa sakit hati akibat tindakan tak terpuji itu.

Baca Juga: Mafia Bimbingan Teknis Dana Desa Disorot

3. Tidak percaya diri
Anak-anak yang tidak percaya diri cenderung akan melakukan bullying. Sebab, tindakan ini dapat membuat mereka merasa memiliki kekuatan dan dominasi.
Tidak hanya itu, anak-anak yang tidak percaya diri ini juga cenderung berbohong mengenai kemampuan dirinya, demi menutupi rasa kurang percaya diri yang mereka miliki.
Kurangnya perhatian orang tua akibat kesibukan atau perceraian bisa mempengaruhi tingkat rasa percaya diri seorang remaja yang sedang bertumbuh.

4. Senang Mengejek
Saling ejek dikalangan anak sekolah sering kita temukan, hal tersebut disebabkan ingin mendapat perhatian atau lampiasan emosi sesaat saat bertemu sesama teman. Namun kebiasaan mengejek orang lain juga dinilai sebagai faktor penyebab bullying menurut para ahli.
Ejekan ini dapat mengarah pada penampilan, kemampuan, ras, budaya, dan gaya hidup orang lain.
Penindasan yang dilakukan oleh pelaku bullying ini sering kali datang dari rasa takut atau kurangnya pemahaman terhadap lingkungan di sekitarnya.

5. Pernah mengalami bullying
Anak remaja yang pernah menyaksikan dan merasakan kekerasan di rumah lebih berisiko melakukan tindakan bully kepada orang lain.
Jika ada anak atau anggota keluarga yang melakukan bullying, jangan buru-buru menghakiminya. Cari tahu apakah mereka sedang memiliki masalah internal dengan keluarganya.
Keluarga broken home yang tingkat pertengkarannya tinggi bila terjadi dihadapan anak akan mempengaruhi psikologis apalagi sang anak ikut menjadi korban saat terjadi pertengkaran tersebut.

Baca Juga: Burhanudin Sebut Hasil Lembaga Survei Tak Jauh Beda, Netizen: Tukang Survei Nipu Rakyat Atasnama Statistik

Halaman:

Tags

Terkini