nasional

Edisi KKN 174 : Olah Limbah Jadi Berkah, Warga Sukamulya Sulap Kohe Menjadi Pupuk

Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:56 WIB
Foto : Mahasiswa KKN Kelompok 174 menggelar kegiatan sosialisasi pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik pada Sabtu (8/8/2026).

JournalNusantara.com/ CIANJUR - Kotoran hewan (kohe) sapi yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah ternyata memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Melalui pengolahan yang tepat, limbah peternakan tersebut dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi sektor pertanian sekaligus mengurangi potensi dampaknya terhadap lingkungan.

Mahasiswa KKN Kelompok 174 menggelar kegiatan sosialisasi pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan potensi limbah peternakan sekaligus menambah wawasan masyarakat mengenai pengelolaan pupuk yang dapat mendukung sektor pertanian.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Sukamulya, jajaran RT/RW, warga, serta mahasiswa KKN Kelompok 174. Dalam sambutannya, Ketua Kelompok 174, Muhammad Teguh, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai program mahasiswa, tetapi dapat menjadi kegiatan yang manfaatnya diteruskan dan dikembangkan oleh masyarakat.

Baca Juga: Edisi KKN UIN SGD Bandung: Rembug Warga Sukamulya, 5 Program Berbasis Potensi dan Kebutuhan Masyarakat

“Program ini sebenarnya milik warga, kami mahasiswa hanya membantu sebisa mungkin untuk memfasilitasi,” ujar Muhammad Teguh dalam sambutannya. Ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa berupaya menghadirkan pihak yang kompeten agar masyarakat memperoleh pengetahuan yang tepat mengenai pengolahan limbah kotoran hewan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sukamulya, Saripudi, S.Pd., menilai sosialisasi pengolahan limbah tersebut memiliki manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani. Menurutnya, pemanfaatan kotoran hewan sebelumnya masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan tenaga ahli. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan pemanfaatan limbah peternakan di Desa Sukamulya.

Materi utama disampaikan oleh Asep Saifullah Badruzaman, lulusan Agroteknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang memiliki pengalaman di bidang pertanian, termasuk penelitian mengenai pupuk kandang dan pengalaman dalam pengolahan pupuk organik. Dalam kegiatan tersebut, Asep menjelaskan bahwa pengolahan bahan organik dapat dilakukan melalui metode fermentasi dan dekomposisi.

Baca Juga: Buntut Kasus Hafalan Al-Quran Ditukar Miras, 5 Orang Dilaporkan ke Polisi

"Ada berbagai jenis pupuk organik, mulai dari pupuk kandang, kompos, pupuk hijau, pupuk organik cair (POC), hingga vermicompost. Pemanfaatan bahan organik seperti kotoran ternak, sisa tanaman, dan limbah dapur dijelaskan sebagai salah satu alternatif untuk menghasilkan pupuk yang dapat mendukung kebutuhan tanaman." Jelas Asep.

Asep juga menjelaskan potensi yang dimiliki limbah kotoran sapi. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menimbulkan persoalan lingkungan karena mengandung bakteri, patogen, serta menghasilkan gas seperti metana dan amonia. Namun, dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 174 berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan pemanfaatan limbah peternakan secara lebih optimal. Sosialisasi tidak hanya diarahkan untuk memberikan informasi, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu melihat limbah sebagai potensi yang dapat diolah dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian di Desa Sukamulya. (Penulis: Zelda Felcitia Sajjad)

Disarikan dari berbagai sumber.

Tags

Terkini