nasional

Buntut Kasus Hafalan Al-Quran Ditukar Miras, 5 Orang Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:24 WIB
Foto : Heboh Booth Miras Bikin Challenge Hafalan Al Quran, Tawarkan Minuman Keras Gratis Bagi yang Hafal (Tangkap layar X @hilmi28)

Sebelumnya, beredar rekaman acara promosi diduga miras berkedok tantangan hafalan Al-Qur'an dalam festival musik The Sounds Project di Ancol yang digelar akhir pekan lalu, Minggu, 9 Agustus 2026.

Dalam video yang beredar, pengunjung merekam momen sebuah booth produk miras yang gelar tantangan (challenge) hafalan salah satu surah dalam kitab suci Al-Qur'an.

Hal tersebut, yakni Ad-Duha bagi pengunjung, dengan imbalan diduga sebotol miras yang dipromosikan.

Lantas, bagaimana sejauh ini tanggapan atau klarifikasi dari pihak terkait imbas viralnya kontroversi tantangan hafalan Al-Qur’an saat promosi miras dalam festival musik di Ancol, Jakarta itu? Begini katanya.

The Sound Project Angkat Bicara

Terpisah, dalam unggahan di akun media sosial Instagram resmi The Sounds Project selaku penyelenggara pun buka suara terkait kontroversi itu.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari akun Instagram The Sounds Project.

"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," sambungnya.

Brand Miras Ngaku Menyesal

Di lain pihak, manajemen brand miras, Newport juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan buntut kasus promosi miras tersebut.

Hal itu diutarakan Direktur Newport, Handoko Sasongko dalam keterangan resminya, pada Selasa, 11 Agustus 2026.

"Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia," ujar Handoko.

"(Hal itu) atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," sambungnya.

Bos Newport itu menyebut, aktivitas itu bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport.

"Kami menyesali adanya kelalaian dalam pengawasan di lapangan," beber Handoko.

Halaman:

Tags

Terkini