nasional

Penentuan 1 Syawal

Rabu, 18 Maret 2026 | 10:44 WIB
Ilustrasi 1 Syawal 1447 H Lebaran 2026 (Freepik)

JOURNALNUSANTARA.COM - Penentuan 1 Syawal atau Hari Raya Idulfitri di Indonesia selalu menjadi momen yang penuh perhatian. Pemerintah melalui Kementerian Agama menggelar sidang isbat untuk menetapkan kapan tepatnya umat Muslim selesai menunaikan ibadah puasa Ramadan dan merayakan kemenangan.

Proses ini melibatkan dua metode utama, yaitu hisab dan rukyat. Hisab menggunakan perhitungan astronomis matematis untuk memprediksi posisi bulan, sementara rukyat adalah pengamatan langsung terhadap hilal atau bulan sabit tipis di ufuk barat saat matahari terbenam.

Hasil perhitungan dari para ahli astronomi dipadukan dengan laporan petugas di lapangan yang tersebar di puluhan titik pemantauan. Jika hilal berhasil terlihat dan memenuhi kriteria ketinggian tertentu, maka malam itu dinyatakan sebagai awal bulan Syawal.

Namun, jika hilal tidak terlihat atau posisinya masih di bawah kriteria yang disepakati, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi tiga puluh hari. Kondisi inilah yang terkadang menyebabkan perbedaan hari lebaran di tengah masyarakat.

Meskipun ada potensi perbedaan, sidang isbat berfungsi sebagai wadah musyawarah untuk mencapai mufakat. Tujuannya agar ada kepastian hukum bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah dan merayakan hari raya secara khidmat dan tertib.

Keberagaman hasil dalam penentuan ini sebenarnya adalah hal yang wajar dalam khazanah keislaman. Yang terpenting adalah semangat toleransi dan kebersamaan tetap terjaga saat gema takbir mulai berkumandang di seluruh penjuru negeri.

Tags

Terkini