nasional

Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Permanen

Kamis, 25 September 2025 | 13:00 WIB
Petani Garda Terdepan Ketahanan Pangan, Namun Minim Perhatian (Irpan Wahab Muslim/Ayotasik.com)

Keempat, pendekatan sistem. Menggunakan pendekatan sistem untuk mencapai swasembada pangan permanen dapat membantu memahami kompleksitas masalah pangan dan menemukan solusi yang efektif.

Namun, perlu diingat bahwa swasembada pangan permanen juga bergantung pada faktor-faktor lain seperti :
- Ketersediaan Lahan Pertanian. Lahan pertanian yang luas dan produktif sangat penting untuk mencapai swasembada pangan.

- Perubahan Iklim. Perubahan iklim dapat mempengaruhi produktivitas pertanian dan ketersediaan pangan.
- Kebijakan Pemerintah. Kebijakan pemerintah yang tepat dan konsisten sangat penting untuk mencapai swasembada pangan permanen.

Atas gambaran demikian, swasembada pangan permanen dapat dicapai jika pemerintah dan masyarakat bekerja sama untuk meningkatkan produktivitas pertanian, mengembangkan infrastruktur, dan menjaga stabilitas ekonomi negara.

Berdasarkan pemahaman yang utuh dan holistik, strategi percepatan pencapaian swasembada pangan permanen, dapat diwujudkan melalui beberapa langkah kunci diantaranya,

1. Pengembangan Infrastruktur Irigasi. Membangun dan memperbaiki jaringan irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi ketergantungan pada air hujan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian berkolaborasi untuk meningkatkan luas lahan tanam dan produktivitas pertanian.

2. Optimalisasi Lahan. Melakukan optimalisasi lahan (OPLAH) dan cetak sawah untuk meningkatkan produksi padi nasional. Kementerian Pertanian telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat cetak sawah dan OPLAH.

3. Dukungan Sarana-Prasarana Produksi. Menyediakan dukungan sarana produksi pertanian seperti benih, pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian. Kementerian Pertanian juga menyederhanakan alur pendistribusian pupuk subsidi untuk memudahkan akses petani.

4. Kolaborasi dengan TNI dan Polri. Menggandeng TNI dan Polri dalam mengonsolidasi Brigade Pangan untuk mendukung pengelolaan pertanian modern secara terstruktur dan terintegrasi.

5. Regenerasi Petani Milenial. Mendorong partisipasi generasi milenial dalam sektor pertanian modern melalui program klaster pertanian. Kementerian Pertanian menargetkan keterlibatan 15 tim, dengan masing-masing tim bertanggung jawab atas lahan seluas 200 hektar.

6. Ekstensifikasi dan Intensifikasi. Melakukan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi untuk meningkatkan luas lahan sawah dan produktivitas pertanian. Ekstensifikasi bertujuan mencetak sawah baru seluas 1,3 juta hektar, sedangkan intensifikasi mengembangkan 1 juta hektare lahan.

Semoga jadi bahan perenungan kita bersama. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Halaman:

Tags

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB