Tak ada jejak yang sia-sia,
setiap langkah penuh makna
Air mata pun jadi saksi,
ketika mencari rido Ilahi
Pasrah bukan menyerah,
melainkan ikhtiar tanpa lelah
Menerima takdir dengan tenang,
meski permintaan tak kunjung datang
Seperti sungai menuju samudra,
jiwa kembali kepada Yang Esa
Tak perlu resah oleh kegagalan,
selama kebenaran jadi sandaran
Cahaya itu selalu ada,
di balik kabut yang menutup mata
Siapa yang sabar dan percaya,
akan mendapatkan kasih sayang-Nya
Jangan biarkan hati layu,
tetaplah bersemi sepanjang waktu
Karena semua butuh kesungguhan,
serta menjalaninya penuh keikhlasan
Malang, 25 September 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
RDP DPRD Cianjur Bahas Defisit dan Konsistensi APBD bersama Civil Society
Mutiara Pagi: Semua telah Digarisakan (Bagian 1972)
Petani Turun ke Jalan
Audiensi Berulang Kali Ditunda, Perkim Cianjur Dituding Abaikan Aspirasi Warga
Lari Sehat untuk Harapan Baru, Alumni FKUI Gelar Acara Amal Bantu Cianjur
Mutiara Pagi: Ikhlas Kunci Sejati (Bagian 1973)
Kebaikan yang Kembali, Menolong Sesama untuk Mengundang Pertolongan Ilahi
Menguatkan Fondasi Bisnis dengan Spiritual, Kuliah Umum UIN Surabaya Hadirkan Kaprodi MD UIN Bandung
Bangsa Miring
Hari Tani: Petani untuk Indonesia, Bukan untuk Oligarki