Persepsi sebagian orang yang menyebut mahalnya harga beras di pasar akan menguntungkan petani, sebaiknya diganti dengan ungkapan yang lebih mengena kepada kenyataan. Benarkan pemilik beras itu para petani atau para bandar, tengkulak dan pengusaha penggilingan ? Benarkah sebagian besar petani di negara kita hanya memiliki gabah ?
Jawaban atas pertanyaan ini, sangat kita butuhkan. Apalagi, hingga sekarang kita belum memiliki jawaban yang memuaskan atas pertanyaan : apa yang bakal terjadi bila kita berani menaikkan harga gabah dan turunkan harga beras ? Kita berharap, jawabannya bukan tidak mungkin, namun bagaimana strateginya menjadi mungkin. (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).