10 Tahun Jokowi, 2014-2024: Sukses atau Gagal?

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 30 September 2024 | 14:00 WIB
Setibanya di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dan melewati jajaran kehormatan, Presiden Jokowi langsung menaiki KRI RJW-992 dan menuju geladak heli di kapal tersebut, tempat berlangsungnya acara. (Presiden RI)
Setibanya di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dan melewati jajaran kehormatan, Presiden Jokowi langsung menaiki KRI RJW-992 dan menuju geladak heli di kapal tersebut, tempat berlangsungnya acara. (Presiden RI)

 

Oleh: LSI Denny JA

Berhasil atau gagalkah Jokowi selama 10 tahun menjadi presiden Indonesia, 2014-2024?

LSI Denny JA menjawabnya dengan empat prinsip. Pertama, penilaian harus berbasiskan riset dan data. Kedua, penilaian harus komprehensif, tak hanya satu bidang saja, tapi aneka dimensi sekaligus: ekonomi, politik, hukum dan sosial.

Ketiga, penilaian membandingkan tahun pertama Jokowi memerintah dan tahun terakhir (2014 VS 2024). Keempat, kali ini data yang digunakan hanya data yang diberikan oleh lembaga internasional kredibel saja, mulai dari World Bank, Heritage Foundation hingga Transparancy Internasional.

Hasil analisisnya: 3 rapor biru, 1 rapor merah, 3 netral. Secara menyeluruh: Selama 10 tahun memerintah, Jokowi lebih banyak berhasil.

Di bawah ini, keterangan detil.

Menilai kinerja seorang presiden dengan menggunakan berbagai indikator dari lembaga internasional adalah tradisi yang baik untuk memberikan evaluasi objektif dan memberikan pelajaran penting.

Selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari 2014 hingga 2024, Indonesia mengalami berbagai perubahan, baik di bidang ekonomi, politik, maupun sosial.

Untuk menilai apakah Indonesia mengalami kemajuan atau kemunduran di bawah kepemimpinan Jokowi, kita dapat menggunakan enam indeks dan satu indikator dunia yang kredibel, yang mengevaluasi berbagai aspek penting dari negara.

Indeks dan indikator dunia ini dibuat oleh lembaga yang kredibel seperti World Bank, The Heritage Foundation, Social Progress Imperative, Transperency International, hingga lembaga PBB (SDSN dan Gallup Poll.

Yang dinilai juga komprehensif, meliputi Ekonomi, Politik, Hukum dan Sosial.

Cara menilai: Biru, Merah, Netral.

BIRU untuk performa bagus, menaik. Itu karena tahun pertama dibandingkan tahun terakhir pemerintahan Jokowi (2014 versus 2024), dua indikator dalam indeks itu (Score dan Ranking) keduanya menaik.

MERAH untuk performa buruk, menurun. Itu karena tahun pertama dibandingkan tahun terakhir pemerintahan Jokowi (2014 versus 2024), dua indikator dalam indeks itu (Score dan Ranking) keduanya menurun.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Naik Kereta Whoosh

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X