JournalNusantara.com - Kabar duka datang dari tanah suci. Seorang jemaah haji asal Demak Jawa Tengah bernama Suprapto Tarlim Kertowijoyo meninggal dunia di Madinah kemarin (25/5).
Kepala Bidang Bimbingan Ibadah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Suratman menjelaskan, jemaah yang wafat itu tergabung dalam kloter 3 embarkasi Solo (SOC 03). Jemaah berusia 52 tahun tersebut meninggal di Hotel Abraj Taba karena mengalami serangan jantung. Pemakaman dilaksanakan di Baqi. ”Almarhum akan dibadalhajikan,” katanya.
Baca Juga: MP3C Himbau Jangan Asal Beli Beras Pandanwangi Cianjur Karena Rawan Produk Tiruan
Suratman menjelaskan, pemerintah menyiapkan program badal haji di setiap operasional penyelenggaraan ibadah haji. Layanan itu disiapkan bagi jemaah yang memenuhi kriteria. Dia mengungkapkan, regulasi badal haji ada tiga kelompok.
Pertama, jemaah yang meninggal dunia di asrama haji embarkasi atau embarkasi antara, saat dalam perjalanan keberangkatan ke Saudi, atau meninggal dunia di Saudi sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah. Kriteria kedua, jemaah yang sakit dan tidak dapat disafariwukufkan. Lalu, kriteria ketiga adalah jemaah yang mengalami gangguan jiwa.
Baca Juga: Ilkom FDK UIN Bandung Gelar Workshop; Hoax di Media Digital Jelang Tahun Politik 2024
Kemenag mengimbau jemaah tidak melakukan transaksi badal haji dengan pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebab, badal haji tersebut tidak dipungut biaya atau gratis. ”Ketua kloter wajib melapor kepada PPIH sektor mengenai jemaah haji yang wafat dan memastikan pelaksanaan badal haji,” tutur Suratman.
Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Marheandro Susilo mengatakan, pemerintah terus mengimbau para jemaah, khususnya para lansia, untuk tetap disiplin menjaga kesehatan. ”Termasuk menghindari aktivitas di luar ruang,” ucapnya.
Baca Juga: Hore...PNS Akan Terima Tunjangan Hingga 14 Juta Pertahun, Ini Ungkap Menkeu
Upaya tersebut penting karena saat ini cuaca di Madinah sedang dalam kondisi terik panas dengan suhu mencapai 41 derajat Celsius. Marheandro berpesan bagi jemaah lansia agar tidak memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah sunah. Misalnya, jemaah tidak memaksakan diri jika kondisi fisiknya tidak memungkinkan ikut salat berjemaah di Masjid Nabawi. Jemaah bisa menunaikan salat di pemondokan untuk menghindari kelelahan.
Terkait pemberangkatan, hingga kemarin siang sudah 8.446 jemaah diterbangkan ke Saudi. Mereka tergabung dalam 22 kloter.
Para jamaah dihimbau selalu melakukan koordinasi dengan petugas baik itu urusan teknis maupun kesehatan mengingat ibadah haji tahun ini banyak didominasi para lansia yang rawan keluhan.***
Sumber : jawapos.com
Artikel Terkait
Arum Yuni Utari, Aktifis Organisasi Bicara Potensi dan Pengembangan Diri
Mitigasi Kerawanan Pemilu 2024 di Kabupaten Cianjur
Menurut Karnaen SH Pelaku Pembunuhan Begal Karena Membela Diri Tidak Bisa DIpidanakan
Ilkom FDK UIN Bandung Gelar Workshop; Hoax di Media Digital Jelang Tahun Politik 2024
Dicha Basrewan, Fashion Stylist Asal Klaten yang Hobi Memasak dan Traveling
Gelar Jumat Curhat, Polres Cianjur Gandeng Kelompok Tani
Gelar Pameran ArtOs Nusantara, Banyuwangi Jadi Episentrum Baru Seni Rupa Nasional
MP3C Himbau Jangan Asal Beli Beras Pandanwangi Cianjur Karena Rawan Produk Tiruan
Abdul Hapid Caleg DPR RI Partai Kebangkitan Nusantara, Banyak Tokoh Besar Lahir dari Rahim Pondok Pesantren
Polling Twitter Iwan Fals, Erick Tohir Dinilai Cawapres Favorite