JournalNusantara.com - Semangat tak pernah padam, bahkan kian menggebu untuk memperoleh keadilan hukum. Meski harus meninggalkan suami dan anak-anak tercinta serta keluarga besarnya di Dompu NTB, ia tak bergeming bahkan kini agenda untuk menemui Presiden Jokowi dan Kapolri pun semakin kuat.
Itulah yang kini dilakukan sosok perempuan muda tersebut. Sebenarnya, sungguh miris nasib Nilakanti perempuan asal Dompu NTB yang terus berjuang mencari keadilan hingga tiba di Ibu Kota Jakarta sejak awal tahun 2023 ini. Upayanya untuk membongkar kasus kejahatan yang dilakukan oleh Security SDIT AL-Hilmi Dompu yang juga merupakan adik Kepala Sekolah, justru malah mencelakainya.
Baca Juga: Ratusan Alim Ulama dan Guru Ngaji di Sukaresmi Minta Aziz Muslim Maju Jadi Wakil Rakyat
Bukti pencurian yang terdokumentasikan melalui CCTV/ Kamera GPro yang dipasang oleh Nilakanti dan juga guru yang menjadi koleganya sebenarnya cukup menjadi bukti untuk memproses kasus pencurian sejumlah uang ini sejak tahun 2020 lalu.
Berikutnya, Nilakanti dan beberapa rekan gurupun menyampaikan temuan kasus pencurian tersebut kepada Kepala Sekolah, namun alih-alih kasus ini diselesaikan secara bijak, malah Nilakanti yang dilaporkan oleh Kepala Sekolah hingga ia berstatuskan sebagai tersangka oleh oknum Penyidik Polres Dompu NTB dengan tuduhan penggelapan sebuah laptop.
Kini Nilakanti sudah berada di Ibukota Jakarta sejak Januari 2023 lalu, berangkat dari Dompu NTB meninggalkan tiga buah hatinya yang masih kecil, bahkan yang bungsu masih balita berusia 2 tahun lebih dan masih memerlukan bimbingan Nilakanti sebagai sosok seorang Ibu.
Kegetiran nasib dan ujian hidup yang terus menerus seolah tak mau berhenti lekat dalam sosok Ibu muda yang satu ini. Namun ia bersikeras dan teguh dengan prinsip perjuangannya untuk terus mendapatkan keadailan dari kasus yang menimpanya tersebut. Bahkan Mabes Polri, KomnasHAM, Komnas Perlindangan Perempuan, LBH Jakarta, Kejaksaan Agung, Lokataru, dan lembaga terkait lainnya sudah ia sambangi, namun belum memperoleh respon yang baik sebagaimana yang diharapkan oleh Nilakanti selama ini, yakni terbitnya SP3 atas kasus yang menimpanya.
Kini, dipenghujung Ramadhan 1444 H ini, Nilakanti hidup dalam kesepian di Ibu Kota Jakarta. Ia tidak bisa mudik lebaran Idul Fitri ke Kampung halamannya di Dompu NTB karena keterbatasan finansial. Kerinduannya untuk bertemu dengan 3 buah hatinya pupus sudah, hasratnya untuk menumpahkan kasih sayang kepada keluarga besarnya di Dompu NTB hanya angan-angan saja.
Ia mengakui Ramadhan yahun ini adalah yang terberat dalam hidupnya karena ia harus terpisah dari 3 anak perempuannya, terlebih si bungsu yang masih balita. Bahkan menurut pengakuan Nilakanti dan suaminya, anak-anaknya tidak bisa tidur setiap malam, mereka selalu terjaga di malam buta dan memanggil-manggil ibundanya yang tengah berjuang di Ibu Kota JAKARTA demi memperoleh keadilan dari kesewenangan oknum Kepala Sekolah dan Oknum Penyidik Polres Dompu NTB.
Baca Juga: Indonesia Satu Kreasi Rangkul Pelajar Gelar Mini Konser Pertama di Kabupaten Cianjur
"Ramadhan tahun ini adalah ujian paling berat dalam hidup saya dan keluarga kecil saya. Demi Allah, saya akan terus berjuang membongkar berbagai macam ketidakadilan yang difitnahkan ke saya. Keadilan harus ditegakan dan diperjuangkan, saya akan meminta suaka hukum kepada Bapak Kapolri dan yang tehormat Bapak Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta. Surat terbuka sudah saya sampaikan kepada beliau-beliau ini, dan semoga Tuhan yang maha kuasa mengabulkan doa-doa saya yang kini sedang terdzalimi. Pak Jokowi dan Pak Kapolri Tolong Saya Dapatkan Keadilan, Usut Oknum Penyidik Polres Dompu !." tutur Nilakanti yang tak kuasa lagi menahan tangisannnya kepada awak media.
Nilakanti pun mengaskan kembali bahwa ia akan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan hingga terbitnya SP3 dari Kepolisian atas kasusnya. Iapun berharap bisa berkumpul lagi dengan keluarganya di Dompu nan jauh di sana.
Baca Juga: Tarif Jalan Tol Trans Sumatera 2023
Artikel Terkait
Pemprov Jabar Usulkan 4 Tokoh Jadi Pahlawan Nasional
Memaknai Keberkahan Ramadan - 18
Presiden Jokowi Buka Suara Perihal OTT KPK Proyek Kereta Api
Presiden Jokowi Gelar Rapat Bersama Sejumlah Menteri, Bahas Progres Hunian di Ibu Kota Nusantara
Jelang Penentuan Lebaran, BMKG Bakal Gelar Rukyatul Hilal
DEMA STISNU Cianjur Gandeng GMNNU Jalankan Aksi Sosial Bersama Penyintas Gempa
Tarif Jalan Tol Trans Sumatera 2023
Indonesia Satu Kreasi Rangkul Pelajar Gelar Mini Konser Pertama di Kabupaten Cianjur
Tangis Nilakanti Terpisah dengan 3 Buah Hati, Cari Keadilan Jelang Idul Fitri Temui Kapolri dan Jokowi
Ratusan Alim Ulama dan Guru Ngaji di Sukaresmi Minta Aziz Muslim Maju Jadi Wakil Rakyat