JournalNusantara.com - Menarik membaca tulisan yang diunggah oleh Afif Fuad Saidi melalui akun @AfifFuadS di linimasa twitter. Tulisan yang diunggah pada Senin (13/03/2023) tersebut memperoleh banyak respon dari warganet, dan setidaknya terdapat 586 retweets, 108 Quote Tweets, 2.268 Likes, dan 496 komentar yang menimpali tulisan ini.
Dalam catatannya, pemilik akun @AfifFuadS menyatakan bahwa Salafi Wahabi itu ibadahnya kenceng Lho, Sholatnya berjamaah, Kajian-kajian keislamaannya tidak mengajarkan kekerasan Kok dipermasalahkan?.
Baca Juga: Beras Menir yang Menggetarkan Samsung
Begini, soal Amaliyah Ubudiyah Salafi Wahabi tidak ada masalah, silahkan saja, kami tidak pernah mengutak atik Amaliyah Ubudiyah mereka. Sama sekali tidak pernah, apalagi soal nuansa cara berpakaian mereka, mau pake celana tiga perempat silahkan saja.
Kita berangkat dari konsensus bersama dahulu, bahwa Indonesia adalah bangsa yang plural, dan keberagamaan adalah keniscayaan, maka sikap toleran harus dirawat betul, oleh siapapun kita dan dimanapun kita, juga kita harus bersepakat bersama bahwa rukun damai bangsa ini adalah karena satu semangat besar yang sudah dicetuskan oleh para pendiri bangsa yakni “Bhineka Tunggal Ika”.
Baca Juga: Viral! Yuni dan Basir Menikah di Tengah Banjir
Lalu apa hubunganya dengan Salafi Wahabi?
Ini yang kemudian kita permasalahkan, banyak ceramah ideolog-ideolog mereka yang tidak pada semangat kebangsaan yang kita inginkan bersama, baik soal toleransi dan menghormati yang tak seiman, maupun pada semangat merawat nilai-nilai luhur kebangsaan kita, bahkan ada yang sampai pada bersepakat untuk sistem lain atas bangsa ini, yakni tegaknya Daulah Islamiyah.
Soal bagaimana merekomendasikan pada jamaahnya untuk anaknya tidak ikut menyanyikan lagu Indonesia raya, hormat kepada bendera merah putih dengan alasan-alasan hukum yuridis Islam mereka yang sangat tekstual dan eklusif, mengharamkan Pajak, sampai kepada Hari Ibu adalah harinya orang Nasrani, cukup? Belum, bahkan ada Idelog mereka yang meminta untuk mengubah nama-nama Sri, Wisnu dengan alasan adalah dia Nama-nama Dewa Hindu.
Baca Juga: Babi Mana Yang Haram ?, Warganet Dibuat Kesal dan Anggap Unggahan Foto sebagai Provokatif
Juga pada semangat-semangat ingin membumi hanguskan Legacy luhur adat budaya moyang kita, Wayang dipersoalkan, ritual-ritual adat keagamaan disalahkan, akibatnya? Ini yang sangat ditakutkan, pengikutnya akan beragama dengan semangat eklusifitas dan intoleran yang berbahaya bagi semangat keberagaman dan kerukunan di bangsa kita yang plural.
Baca Juga: Sok Jago...Remaja Ugal-ugalan di Jalanan Berakhir Mengenaskan, Netizen: Syukurin, Tau Rasa Lu !
Sudah ada tindakan-tindakan anarkis akibat doktri-doktrin ideolog mereka, merusak tempat acara sedekah laut di Bantul, kasus Sesajen yang ditendang di Lumajang, itu yang terpotret, yang tidak? Sekali lagi, Ideologi Salafi Wahabi beramasalah pada nila--nilai intoleransi dan berbahaya pada nilai sikap kebangsaan, ingat, Radikalisme keagamaan dimulai dari sikap-sikap Intoleran, yang nanti akan melahirkan monster yang bernama Terorisme, lalu ada pertanyaan, apa hubungannya Salafi Wahabi dengan terorisme? Data BNPT tahun 2021 menyebutkan para Napi Teroris itu berpaham Salafi Wahabi. Masih Denial? Sekian, terimakasih.
Beragam komentarpun turut membanjiri akun peunggah, salahsatunya adalah akun @ndelokytb: "Napi teroris = salafi wahabi? Padahal setau saya, salafi wahabi itu mendakwahkan utk taat kepada pemerintahan yg sah, melarang demonstrasi, dan mengharamkan bom bunuh diri/membunuh terlebih lg kepada rakyat sipil biasa." tulisnya, lantas akun @dawiguna: "Wahabi menghasut keluarga Saud, Emir Diriyah, memberontak terhadap Kesultanan Turki Ottoman, Khalifah Utsmaniyah. Wahabi menguasai Mekkah Tahun 1818, Emir Diriyah ditumpas oleh pasukan Turki Ottoman yg dari Mesir, dipimpin Muh. Ali Pasha Wahabi adalah ajaran kaum pemberontak." cuitnya pula, dan lantas dilanjutkan cuitan akun @itanumalita93: "Yg paling nyebelin dari wahabi ini, dateng bwa pemahamannya di masjid2 dan maksa lg, di daerah sy biasa seblum maghrib ada shalwatan pake toa, tba2 ada org pndtang bawa bedog (sunda) dtang ke masjid sambil marah2 klo shalawatan itu bid'ah, yg shalawatan suruh berenti, kan sue." tegasnya.***
Artikel Terkait
Hari Perempuan Internasional, Meldi Meldyana Putri Ungkap Perjuangan dalam Berkuliah
Respon Luis Milla Perihal Pembatasan Pemain Naturalisasi
Bantah Tuduhan Kampanye, Kang Jamiludin Tegaskan Hanya Fasilitasi Penyaluran Dana Aspirasi PIP
Pasukan Khusus TNI AL Gelar Latihan Infiltrasi Penyelaman
Pelantikan dan Upgrading PAC IPNU IPPNU Cikalongkulon Cianjur Sukses Digelar
Memalukan...Politisi PSI Kalah Debat di TV One, Netizen: Mereka Kumpulan Penyebar Hoax
Babi Mana Yang Haram ?, Warganet Dibuat Kesal dan Anggap Unggahan Foto sebagai Provokatif
Sok Jago...Remaja Ugal-ugalan di Jalanan Berakhir Mengenaskan, Netizen: Syukurin, Tau Rasa Lu !
Viral! Yuni dan Basir Menikah di Tengah Banjir
Beras Menir yang Menggetarkan Samsung