Korban Disebut Anak Yatim Piatu
Kemarahan warga memuncak karena korban disebutkan adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal dengan keluarga angkatnya.
Peristiwa tersebut bermula saat korban merasa sakit di bagian dubur dan keluarga membawanya untuk diperiksa, sampai akhirnya mengaku telah mendapat perlakuan tak menyenangkan.
“Kecurigaan warga menguat karena ketidakhadiran korban saat ujian sekolah. Demi mengantar lembar ujian, guru berinisial D datang langsung ke rumah,” ucap Sekretaris Desa setempat, dikutip pada Kamis, 23 Juli 2026.
Melihat gelagat tak biasa itu, ibu angkat korban yang membawanya ke klinik dan pemeriksaan medis dilakukan.
Unggahan dari Instagram @wilis_medan menyebutkan bahwa korban sempat tidak masuk sekolah selama hampir dua minggu.
Dugaan pencabulan yang membuat geger warga Tanjungbalai ini tengah dalam proses penyelidikan untuk penyelesaian hukumnya. ***
Artikel Terkait
Jelang PKD, GP Ansor Karangtengah Cianjur Ziarah ke Makam KH Opo Musthofa
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Renovasi Rutilahu Rp50 Juta untuk Warga Cianjur
Sinergi BAZNAS dan Kemenag Cianjur Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA
Pembukaan KKN UIN SGD Bandung Kelompok 217-218-219 di Desa Sukamulya Kab. Cianjur Berlangsung Meriah Penuh Kehangatan
Dilantik Jadi Kepala BGN, Hasan Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Mutiara Pagi: Bunga Tidak Mekar Bersamaan (Bagian 2279)
Hery Haryanto Azumi dan Dinamika Regenerasi Kepemimpinan NU Menjelang Muktamar 2026
Santri Cianjur Bawa Visi Keadilan Pesantren ke Komisi Yudisial
Mutiara Pagi: Ketangguhan (Bagian 2280)
Komisi IV DPR RI Kunker ke Banyuwangi, Kaget Dengar Keluhan Warga Soal PT BSI