Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Orang Tua, Madrasah Pertama dan Utama bagi Buah Hati (Bagian 25)

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Jumat, 6 Februari 2026 | 07:39 WIB
Ilustrasi kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya (Instagram @ideparentingtop)
Ilustrasi kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya (Instagram @ideparentingtop)

 

JOURNALNUSANTARA.COM - Dalam tradisi pendidikan Islam, terdapat sebuah ungkapan bijak, "Al-ummu madrasatul ula," yang berarti ibu (orang tua) adalah sekolah pertama bagi anaknya.

Kalimat ini bukan sekadar kiasan, melainkan sebuah fondasi filosofis bahwa karakter dan masa depan seorang anak bermula dari kurikulum kasih sayang yang diajarkan di rumah.

Pondasi Karakter di Rumah

Sebelum seorang anak mengenal bangku sekolah atau berinteraksi dengan dunia luar, rumah adalah laboratorium kehidupan mereka.

Orang tua berperan sebagai guru utama yang tidak mengajarkan teori melalui buku, melainkan melalui keteladanan.

Setiap perkataan, sikap, dan cara orang tua merespons masalah menjadi pelajaran yang diserap secara alami oleh anak. Di sinilah nilai-nilai dasar seperti kejujuran, kesantunan, dan empati ditanamkan.

Pendidikan yang Melampaui Akademik

Berbeda dengan madrasah formal yang fokus pada kognitif dan kurikulum baku, madrasah di rumah bersifat emosional dan spiritual. Orang tua memiliki tugas untuk:

1. Membangun Spiritual: Mengenalkan konsep ketuhanan dan moralitas sejak dini.

2. Menjadi Role Model: Anak adalah peniru yang ulung; mereka lebih melihat apa yang kita lakukan daripada apa yang kita katakan.

3. Memberikan Rasa Aman: Pendidikan terbaik hanya bisa terserap saat anak merasa dicintai dan dihargai.

Investasi Jangka Panjang

Menjadi madrasah pertama menuntut orang tua untuk terus belajar (long-life learner). Kualitas seorang anak sangat bergantung pada kapasitas orang tuanya dalam mengelola emosi dan memberikan stimulasi yang tepat.

Jika rumah menjadi tempat yang penuh dengan nilai-nilai positif, maka anak akan tumbuh dengan akar yang kuat, sehingga tidak mudah goyah oleh pengaruh eksternal di masa depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X