Serap Aspirasi di Karangtengah Cianjur, Lilis Boy Dorong Pemberdayaan Ekonomi dan Pengelolaan Sampah

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Rabu, 4 Februari 2026 | 20:59 WIB
Lilis Boy dorong pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan sampah
Lilis Boy dorong pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan sampah

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR – Anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Hj. Lilis Boy, kembali melaksanakan agenda reses masa persidangan untuk menjaring aspirasi masyarakat.

Titik kedua pelaksanaan reses kali ini dipusatkan di Kampung Cinyaut Girang, Desa Sukasarana, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dalam pertemuan tersebut, politisi Partai Demokrat ini menekankan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Merah Putih dan pengembangan sektor UMKM.

Lilis menyoroti potensi besar Desa Sukasarana yang memiliki populasi sekitar 5.500 jiwa. Menurutnya, jika setidaknya 2.000 warga bergabung dalam koperasi, hal tersebut akan menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan bagi desa.

Ia juga berkomitmen untuk menghadirkan pelatihan keterampilan bagi kaum perempuan di wilayah tersebut yang selama ini dinilai belum memiliki kegiatan ekonomi produktif.

Selain penguatan modal dan keterampilan, Lilis menekankan bahwa Partai Demokrat di bawah instruksi pusat kini lebih progresif dalam mengawal aspirasi masyarakat agar tidak sekadar menjadi janji politik.

Persoalan lingkungan juga menjadi sorotan utama dalam dialog bersama warga. Lilis menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan harus dimulai dari edukasi Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat akar rumput.

Belajar dari studi banding di Lombok, ia melihat pengelolaan sampah yang terpadu dapat mencegah bencana banjir yang kerap dipicu oleh penyumbatan saluran air.

Lebih jauh ia berharap pola pikir masyarakat dalam membuang sampah dapat berubah guna menjamin kelancaran drainase dan kebersihan lingkungan.

Terkait pembangunan fisik, warga Sukasarana mengeluhkan kondisi jalan lingkungan serta saluran irigasi pertanian yang mulai rusak dan jebol.

Menanggapi hal tersebut, Lilis berencana melakukan upaya jemput bola dengan berkomunikasi langsung ke tingkat provinsi maupun kementerian terkait jika anggaran daerah memiliki keterbatasan.

Dalam hal ini dia mencontohkan keberhasilan pengawalan bantuan lima titik irigasi di Bojongpicung sebagai bukti nyata kerja politiknya.

Meski reses ini diproyeksikan untuk tahun anggaran 2027, ia mengupayakan agar prioritas mendesak dapat diakomodasi melalui skema anggaran perubahan atau bantuan provinsi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X