Oleh: Teten Romly Qomaruddien
Laksana mata rantai yang tidak terputus, para ulama senantiasa menggambarkan keutamaan bulan-bulan yang menjadi pengiring bulan mulia Ramadhan. Para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, serta para salafunas shaalihiin senantiasa menumpahkan kegirangan mereka dalam menyambut tamu agung yang ditunggu-tunggu ini.
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) dalam kitabnya Lathaaiful Ma'aarif, menukilkan ungkapan emas Abu Bakar Waraq al-Balkhi yang mengumpamakan kemuliaan tiga bulan berturut-turut bagaikan proses memelihara pohon. Beliau menyebutkan bahwa Rajab merupakan bulan untuk menanam pohon, Sya'ban adalah bulan untuk menyiram, sedangkan Ramadhan adalah waktu untuk memanen hasilnya.
Lebih jauh lagi, beliau menambahkan sebuah kiasan yang indah: bulan Rajab diibaratkan sebagai angin, bulan Sya'ban ibarat awan, sedangkan bulan Ramadhan ibarat tetesan air hujan yang membawa rahmat. Narasi ini sungguh selaras jika dihubungkan dengan motivasi dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai keutamaan pokok dalam mengamalkan ibadah Ramadhan, sekaligus sebagai peringatan untuk menjaga kewaspadaan agar tidak melakukan pelanggaran di dalamnya.
Persiapan yang matang di bulan-bulan sebelumnya adalah kunci agar saat masa panen raya itu tiba, kita benar-benar siap memetik buah keberkahan dengan kualitas terbaik.
Artikel Terkait
BEM PTNU Jawa Barat: Menjaga Independensi Polri dari Intervensi Politik dan Wacana Subordinasi Kementerian
Perkuat Generasi Muda, SPPG Desa Jamali dan Duta Anti Narkoba Jabar Gelar Edukasi Gizi Seimbang dan P4GN
Mutiara Pagi: Sifat Asli Manusia (Bagian 2108)
BEM PTNU Jatim: Independensi Polri Amanah Reformasi, Bukan Privilese
BEM PTNU Jateng: Menjaga Independensi Polri dari Pusaran Politik Praktis
Independensi Polri: BEM PTNU Sumatera Selatan Dukung Ketegasan Kapolri Jaga Marwah Institusi
Jaringan GUSDURian Desak Indonesia Keluar dari Inisiatif "Board of Peace" Donald Trump
Mutiara Pagi: Malam Nisfu Syaban (Bagian 2109)
Negeri Ini Layak Berduka: Jejak Integritas Keluarga Hoegeng
Intangible Assets dalam Relasi Sosial: Indahnya Cinta, Kebersamaan, dan Saling Menghargai