JournalNusantara.com - Polemik keabsahan ijazah mantan Presiden Jokowi terus menjadi trending topik di beberapa sosial media, halnya twitter. setelah sempat beberapa hari yang lalu sejumlah masa aksi berdemo di depan Rumah Jokowi, kini giliran Jokowi melaporkan balik para pendemo tersebut.
Mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) berencana untuk menempuh jalur hukum terkait tudingan ijazah palsu yang diarahkan kepadanya. Setidaknya, ada 4 orang yang berpotensi dilaporkan oleh Jokowi ke penegak hukum.
Hal tersebut disampaikan anggota tim kuasa hukum Jokowi, Yakup Putra Hasibuan, usai melakukan pertemuan dengan Jokowi di salah satu restoran yang berlokasi di kawasan Jakarta Pusat pada hari Selasa, 22 April 2025.
Baca Juga: Konsistensi, Kunci Kecil untuk Hasil Besar
“Sejauh ini, sementara ini sih mungkin ada sekitar 4 orang yang kami sudah lengkapi semua dokumen-dokumen dan bukti-bukti pendukungnya,” ujar Yakup kepada wartawan, Selasa, 22 April 2025. Yakup mengatakan pihaknya meyakini dari dokumen maupun bukti pendukung yang dikumpulkannya, ada dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh sejumlah orang yang akan dilaporkan itu.
“Tentunya terakhir itu pasti kan kita serahkan ke Bapak Jokowi untuk memutuskan. Tapi dari sisi kami kuasa hukum tentunya kami memberikan analisis, pendapat hukum gambaran secara luas, menyediakan fakta-fakta dan analisa-analisa tadi untuk dipertimbangkan oleh Bapak Jokowi, dan ketokan terakhir pasti harus diambil oleh Bapak Jokowi,” tutur Yakup.
Sebelumnya diberitakan, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan untuk melaporkan pihak yang menyebarkan isu dugaan ijazah palsu Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta yang dimilikinya.
Hal ini memunculkan beragam komentar dari warganet, seperti yang dituliskan oleh Panembahan Jimbun Demak Bintoro (1500 - 1518) melalui akun @BiruBir26073179 : "Mulyono @jokowi, Kau mau melaporkan siapa & atau Siapa yg yg sdg Kau laporkan? Rakyat itu nanya ttg Ijazah Mu " Asli atau palsu" & atau " Asli tapi Aspal", begitu lho? Masak org nanya ,Kau tdk terima, katakan fitnah & mau lapor aparat penegak hukum?." tulisnya.
berikutnya komentar dari akun Musim Selalu Berganti @violettapadma : "Pelajaran berharga ini bahwa berbohong itu membutuhkan banyak energi, sumberdaya dan dana besar agar kebohongan tetap terjaga dan tetap terlihat sebagai kebenaran. "Becik ketitik ala ketara" yang baik akan tetap baik dan yang tidak baik akan menemukan jalan untuk terlihat." tuturnya.
Lantas komentar akun Bro Anginoto melalui akun @WinihartoB : "Jokowi tolong nanti klo emang berani melaporkan pihak yang menyebarkan isu dugaan ijazah palsu Universitas Gadjah Mada, saat pembuktian ijazah asli minta ditayangkan ke TV nasional ya. Tapi berani gak nglaporin ? Klo gak berani nglaporin berarti benar ijazahnya palsu." pungkasnya.
Sumber : Twitter @VIVAcoid
Artikel Terkait
Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia: Pemain Utama di Industri Minyak Kelapa Sawit
Membangun Kesadaran Literasi Digital di Era Informasi
Perkembangan Dunia Digital di Indonesia, Antara Tantangan dan Peluang
Menjaga Nyala Kartini di Tengah Bayang Patriarki
Makna Hari Kartini di Era Modern
Dukung Ketahanan Pangan, GP Ansor dan BUMA Cianjur Salurkan 60.000 Benih Ikan
Mutiara Pagi: Kecakapan (Bagian 1818)
Semangat SDN Cibadak Tampil Memukau dengan Senam Indonesia Hebat di Ajang Talenta Siswa Kecamatan Cibeber
Mutiara Pagi: Pagi, Pak! (Bagian 1819)
Konsistensi, Kunci Kecil untuk Hasil Besar