Journalnusantara.com, Bandung - Pendidikan adalah fondasi utama dalam menciptakan kemajuan sebuah bangsa. Melalui pendidikan, kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan, yang pada akhirnya akan memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan negara. Tanpa pendidikan yang kuat, sebuah bangsa akan sulit untuk bersaing di kancah global.
Indonesia, sebagai negara berkembang, telah menetapkan target besar untuk mencapai "Generasi Emas 2045". Namun, untuk mencapainya, kita memerlukan kapasitas pendidikan yang memadai. Pendidikan menjadi elemen yang tak terpisahkan dari upaya mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan dunia di masa depan.
Sayangnya, dalam kebijakan anggaran pemerintah saat ini, sektor pendidikan terancam kehilangan prioritasnya. Dalam konteks efisiensi anggaran, sektor-sektor lain mendapat porsi lebih besar, bahkan program makan bergizi gratis menjadi salah satu yang didorong dengan alasan populis.
Meskipun dalam hal ini tujuan makan bergizi gratis penting, kita tidak bisa mengabaikan keberlanjutan pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.
M. Rizky Yusa Maulana, Bendahara Wilayah BEM PTNU Jawa Barat, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kebijakan tersebut. Menurutnya, kebijakan yang hanya berfokus pada program populis tanpa melihat dampak jangka panjang dapat merugikan masa depan bangsa.
"Efisiensi anggaran yang berlebihan dan mengorbankan sektor pendidikan bisa berisiko pada menurunnya kualitas SDM kita di masa mendatang," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima media online nasional Journalnusantara.com, Minggu (16/2/2025).
Dikatakannya, bahwa dampak dari kebijakan ini bisa sangat luas. Efisiensi anggaran yang tidak tepat sasaran berpotensi meningkatkan angka kemiskinan, pengangguran, dan merendahkan kualitas pendidikan di kalangan masyarakat. Jika mengutamakan program yang tidak teruji efektivitasnya, tentunya bisa merusak pondasi kemajuan yang sudah dibangun.
"Kami menuntut agar pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan efisiensi anggaran ini dan memastikan pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Hanya dengan memperkuat sektor pendidikan kita dapat mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global dan mewujudkan cita-cita Generasi Emas 2045," tandasnya.
Artikel Terkait
Jelang Pelantikan, PC IPNU IPPNU Cianjur Bekali Pengurus dengan Orientasi
Peringatan Isra Mi'raj, NU Care-LAZISNU Cianjur Adakan Khitanan Masal
Perjalanan Dinas Dalam Negeri, Kegiatan Pertemuan, Acara Pemerintah Daerah di Hotel: Pemborosan Anggaran atau Stimulus Ekonomi?
Gaza, Trump dan Dunia Islam
Jelang Ramadan, DKM Masjid DPP Partai Golkar Gelar Istigosah dan Pengajian Al-Quran
Geram, LBH PC GP Ansor dan LPBH NU Majalengka Dampingi Anak Korban Eksploitasi Seksual
Perkuat Basis Ekonomi, GP Ansor Cianjur Dorong Terciptanya Organisasi yang Unggul secara Kolektif
Mutiara Pagi: Tribrata (Bagian 1772)
Resmi Dilantik, DEMA dan SEMA STAI Al-Azhary Cianjur Periode 2025-2026 Siap Bersinergi
Kerjasama dengan Manuskripedia, UNISLA Gelar Seminar Warisan Sunan Giri dan Resmikan Pusat Studi Kajian Manuskip