Kongres ke-VIII BEMPTNU Se-Nusantara (Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama) yang berlangsung pada Rabu hingga Minggu (26–29 Desember 2024) di Bandung, Jawa Barat, menghasilkan momentum penting bagi organisasi mahasiswa ini.
Terpilihnya Arip Muztabasani sebagai Presidium Nasional BEMPTNU Se-Nusantara menjadi tonggak baru dalam perjalanan organisasi untuk bergerak lebih progresif serta memperkuat perannya dalam membangun bangsa dan peradaban.
BEMPTNU, yang dikenal sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, kini bertransformasi menjadi kekuatan intelektual yang fokus pada perubahan sosial yang inklusif dan berkeadilan. Arip Muztabasani, dalam pidato pembukaannya, menyatakan:
"BEMPTNU harus menjadi wadah yang tidak hanya mencetak pemimpin masa depan, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan perubahan sosial yang lebih baik bagi bangsa ini."
Sebagai lembaga yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama, Arip menegaskan bahwa BEMPTNU memiliki tanggung jawab besar untuk mengembangkan pemikiran yang berakar pada tradisi, namun tetap responsif terhadap dinamika sosial, politik, dan ekonomi.
"Mandat ideologi yang dibawa oleh BEMPTNU kali ini sangat jelas: memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, kebhinekaan, dan keadilan sosial," tegasnya.
Arip juga menyampaikan bahwa organisasi ini harus bergerak sebagai agen perubahan yang siap memberikan solusi nyata bagi persoalan bangsa.
"Dalam platform baru yang inklusif, BEMPTNU tidak hanya menjadi penonton perkembangan zaman, tetapi juga aktor utama yang menciptakan perubahan positif," ungkapnya.
Dalam kepemimpinannya, Arip akan fokus pada penguatan literasi politik, pengembangan kapasitas intelektual, serta membangun kemitraan yang solid antara mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah.
"Mahasiswa harus mampu berkontribusi tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam menciptakan perubahan sosial yang mendalam di masyarakat," ujarnya.
Arip menambahkan, BEMPTNU di bawah kepemimpinannya akan menjadi wadah yang mencetak pemimpin masa depan yang berkarakter, cerdas, dan tangguh.
Di tengah tantangan globalisasi dan disrupsi teknologi, mahasiswa dituntut memiliki perspektif luas dan berpikir kritis. Mereka tidak hanya kompetitif secara individu, tetapi juga memberikan dampak positif bagi bangsa sebagai bagian dari kolektivitas.
Kongres ke-VIII ini menjadi titik balik bagi BEMPTNU untuk lebih berperan dalam membentuk opini publik, memberikan solusi konstruktif atas permasalahan masyarakat, dan mengedepankan nilai-nilai luhur ke-NU-an.
Artikel Terkait
Mendung: Benarkah Isyarat Hujan Akan Segera Turun?
Terima Jurnalis Santri, KH Maruf Amin Bicara Pentingnya Menghadapi Era Post Truth
Mutiara pagi: Tentang Kehidupan (Bagian 1725)
Perempuan Digdaya: Webinar BEM PTNU Jabar Serukan Kesetaraan Gender dan Perubahan Sosial
Andil PT Pupuk Indonesia Percepat sampai ke Petani
Impor Beras
Swasembada Pangan 2027
Penyakit PBP: Merusak Harmoni dan Disrupsi Sosial
Mutiara Pagi: Pintu Menuju Kebaikan (Bagian 1726)
Ketua Dekopinda Cianjur Dukung Rencana Audit Dana Hibah Dekopin