Wow Bakal Ada Kereta Bawah Tanah di Bali, Kini Mulai Dibangun

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 16 Desember 2024 | 19:40 WIB
Pemprov Bali bakal membangun moda transportasi massal kereta bawah tanah atau subway. (Pexels/Anna MW)
Pemprov Bali bakal membangun moda transportasi massal kereta bawah tanah atau subway. (Pexels/Anna MW)

Journalnusantara.com, Denpasar - Proyek Bali Urban Subway resmi dimulai pada Rabu, 4 September 2024. Ini merupakan proyek MRT pertama yang tidak menggunakan anggaran pemerintah. Konstruksi proyek ini akan dibangun di bawah tanah dengan kedalaman 30 meter.

Adapun, PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) telah menetapkan PT Indotek sebagai kontraktor utama bersama China Railway Construction Corporation (CRCC). Perusahaan tersebut akan bekerja sama dengan kontraktor lokal PT Sinar Bali Bina Karya (Sinar Bali) dalam pengerjaan konstruksi.

CRCC yang juga mengerjakan kereta api cepat Jakarta - Bandung dipilih karena mempunyai reputasi sebagai kontraktor transportasi kereta global yang memiliki pengalaman membangun 200 ribu kilometer (km) di lebih 100 negara.

Sedangkan Sinar Bali adalah kontraktor lokal Bali penyedia ready mix dan precast sejak 1995. Pemilihan kontraktor lokal tersebut merupakan realisasi komitmen Konsorsium untuk memberdayakan dan mengembangkan sumber daya asli Bali.

Setelah peletakan batu pertama, kini investor yang bertugas dalam pembangunan konstruksi sedang berproses untuk pengadaan bor raksasa atau tunnel, yang memiliki nilai seharga Rp 1 triliun per unit.

Proyek dikerjakan dalam empat fase. Fase satu meliputi Bandara I Gusti Ngurah Rai-Kuta Sentral Parkir-Seminyak-Berawa-Cemagi dengan panjang 16 kilometer. Kemudian, fase dua dari Bandara I Gusti Ngurah Rai-Jimbaran-Unud-Nusa Dua sepanjang 13,5 km.

Fase tiga meliputi Sentral Parkir Kuta-Sesetan-Renon-Sanur. Selanjutnya, fase empat meliputi Renon-Sukawati-Ubud. Namun, fase ketiga dan keempat masih tahap feasibility study (FS) atau uji kelayakan.

Nilai investasi untuk kedua fase pertama mencapai US$ US$10,8 miliar atau setara Rp167 triliun (kurs Rp15.488) dan untuk keseluruhan empat fase adalah US$ 20 miliar.

Pembangunan fase Bandara Ngurah Rai ke Kuta Sentral Parkir ditambah keseluruhan fase 2 ditargetkan dapat selesai pada akhir kuartal kedua pada 2028. Keseluruhan fase 1 dan fase 2 diharapkan dapat beroperasi penuh pada akhir 2031.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X