"Bahkan begitu pentingnya, hingga kata pak Nas (jendral Purn A.H. Nasution): Perang konvoi sempqt membuat kegegeran di parlemen Inggris.Mereka seolah tak percaya tentaranya yang baru menang dalam perang dunia II bisa dikalahkan oleh taktik militer kesatuan tentqra sebuah Negara yang baru saja lahir".
Minggu 9 desember 1945, hawa perang semakin terasa di atas kota sukabumi. Jalan jalan ylyerasa semakin lengang. Sebagian penduduk telah mengungsi, menghindar dari kemungkinan terburuk yang akan yerjadi. Ketegangan s3makin terasa di markas TKR.Letkol Eddie tidak bisa menyembunyilan kegelisannya. Mondar mandir untuk mengendorkan saraf yg terasa membantu, tanpa sadar tangganya meraba Revolver Smit and Wessen di pinggamgnya, sepertin hendak mengingat lagi gairah perang yang lalu. Dingin logam dari gagang pistol entah bagaimana membuat sedikit tenang. Ia kembali duduk, mengepulkan asap roko, entah keberapa kali..
(Hal 52).
Staf resimen dan dua komanda Batalyon yang sedang maka, menyambut hotmat krpada dokter hasan sadikin. Baru saja keduanya makan, pukul 11.00 lebih beberapa menit, telpon kantor resimen berdering.Kapten kosasih yang baru selesai makan dengan siap menyambut telepon.
Hallo? Ya , saya.Kapten kosasih.Apa? Sebentar ! Jangan dulu di tutup, saya lapor komandan! Kaoten achmad kosasih menghapuri komanda resimen, "Dua tank sherman konvoi sekutu sudah memasuki cigombong, komanadan!"
Seperti tersengat kalajengkin komandan resimen, beranjank dari kursi menuju telpon,
Hallo? Pos cigombong? Ya.saya komandan. Jangan duku di serang! Biarkan konvoi itu memasuki 2ilayah bojong kokosan!laporkan jumlah konvoi itu! Kontak terus Markas resimen dan pos pos yang lainnya.
Semua orang di ruangan itu meenjadi tegang mendengarkan suara komandan mereka. Dr sadikin menyudahi makannya, tergesa meminum dan membersihkan mukutnya dengan sapu tangan. Ia segera menuju kendaraannya dan bergegas kembali kerumah sakit.
Kapten segera bikin peta herdislokasi di papan tulis! Trmpatkan disini!" Perintah komandan resimen kepada kosasih.
Didahului oleh pengawalan tank sherman, pangser wagong, Brem Carrier dan iring iringan 150;truk pengangkut APWI, sepanjang 12 kilometer konvoi sekutu meliuk liuk menyusuri celah celah pergunungan, menuju bandung lewat Bogor -sukabumi dan cianjur, sepasukan Batalyon5/9 Jats dati divisi ke -23 india bertugas sebagai pengawal utama iringan ini.
Sore itu menaungi jalan raya bojongkokosan konvoi terus bergerak perlahan, tidak menyadari ancaman yang telah mengintai meraka.Hinga ketika mereka memasuki tiungan talang luhur yang di apit dua tebing tinggi, tank sherman yang berada di barisan terdepan terhenti oleh batqng pohon yang melintang memenuhi jalan.
Barisan itu mulai gaduh beberapa prajurit mengajukan senapan ke balik pepohonan nyalang mencari tanda kehadiran musih yang mengintai. Diluar dugaan, roda depannya terperosok ke dalam lubang perangkap, diikuti oleh ledakan dasyat ranjau darat. Rantai rantai roda tersenut terburai membangkitkan kepanikan serdadu.Seluruh sekutu yang berada di atas truk berhamburan serangan di barisan depan segera diikuti oleh gelombang mesiu.
Namun, usaha mereka untuk memasuki Sukabumi dengan diam diam tidak berjalan sesuai rencan. Di sepanjang jalan, pasukan TKR terus besiaga terhadap segala kemungkinan.Komandan Batalyon III kaoten Anwar setiap hari giat memantapkan penempatan pasukan di sepanjang tepi jalan raya Ciranjang-Cianjur--Gekbrong. Ia sendiri memoimoin langsung satu pleton di lokasi sabandar, di dampimhi oleh komandan pleton, Letna II Abubakar.
Di tempat lain, kamten Musa Natakusumah menyebarkan kompinya di sepanjang kiri-kanan jalan raya gekbrong, warungkondang, Leuwi Gong hingga jembatan vikaret. Pasukan di bawah kompi kapten Dasuni Zahid men3mpati pos di cikijing sampai jembatan cisokan, ciranjang. Sedangkan pasukan kompi kapten Saleh Opo telah mengepung jalan raya Pacetenjaga kemungkinan lewatnya sekutu melalui puncak.
Apa Peristiwa Bojongkokosan itu?
Artikel Terkait
Mencari Manusia Seutuhnya
Mutiara Pagi: Harkodia (Bagian 1705)
Denny JA Hibahkan Dana Abadi Penghargaan untuk Penulis
Harmoni Seni dan Budaya: Renungan Awal Maska CS Sambut Anggota Baru dengan Penuh Inspirasi
Penampilan Memukau Band Alumni Maska CS, Pecahkan Suasana dengan Tawa dan Sorak Gembira
Senyum: Bahasa Tanpa Kata, Amal Tanpa Batas, Makna Multidimensional
Mutiara Pagi: HAM (Bagian 1706)
Perilaku Kontroversial dan Provokatif dalam Masyarakat
Jelang Nataru, Polres Indramayu Gelar Razia Miras
Kick Off Meeting Perencanaan dan Forum Satu Data Cianjur