Penulis: Dr. H. Ridhazia (Dosen FDK UIN SGD Bandung)
Opini/ JournalNusantara.com - Akun Fufufafa menjadi horor politik. Bukan tanpa alasan kalau publik memberi perhatian khusus. Bahkan memunculkan tagar “#Fufufafa”. Dan tagar ini trending sampai sekarang.
Akun Fufufafa sendiri sudah tidak aktif lagi. Tapi jejak digital akun tersebut tidak terhapuskan. Pesannya yang provokatif memaksa publik mencari tahu siapa dibalik unggahan pada platform Kaskus itu.
Bahkan akun tersebut sengaja didramatisasi sebagai konspirasi politik di negeri ini.
Logika mediatisasi
Dalam perspektif mediatisasi media, dramatisasi jejak digital itu tak berlebihan. Malah sesuai dengan logika media bahwa media dapat menciptakan kepanikan dengan memutarbalikkan jejak digital tersebut.
Sebagaimana tesis mediatisasi yang menyatakan bahwa teknologi media tidak hanya berfokus pada efek media. Tetapi bagaimana menarik hubungan antara perubahan komunikasi media. Dalam hal ini dinamika politik media.
Apalagi pengguna media sosial di negeri masih sangat buruk dalam mengevaluasi kebenaran pesan. Pesan palsu lebih sering dibagikan daripada pesan yang benar karena pesan palsu diasumsikam lebih mengejutkan dan menarik perhatian.
Memetika
Kasus akun Fufufafa mengingatkan kembali ikhwal memetika ( meme dibaca "mim") dalam studi komunikasi politik.
Memetika sebagai pendekatan untuk model evolusi dalam teori konspirasi media yang mengasumsikan bahwa media mampu melompatkan satu pikiran ke pikiran lain secara serentak dan masif.
Dengan kata lain bagaimana ketika seorang individu sebagai replikator-ide mereproduksi dirinya, apalagi ia dianggap berpengaruh mereplikasi diri, melalui media.
Memetika dalam sejarahnya dibentuk serupaan analogi teori evolusi Charles Darwin, yang dipopulerkan oleh Richard Dawkins dalam bukunya The Selfish Gene (1976).
Memetika dalam mediatisasi sebagai model evolusi terhadap transfer informasi. Yakni menggandakan diri, dan tunduk pada evolusi selektif dimana media itu difungsikan.
Artikel Terkait
Ketaatan dan Sikap Kritis kepada Penguasa
Gempabumi Tektonik M4,1 Dirasakan di Kabupaten Sukabumi
Melihat Face Recognition di Stasiun Kereta Api
Perjuangan FLS2N-PDBK Jabar di Tingkat Nasional
Mutiara Pagi: Yang Maha Kaya (Bagian 1616)
Ruhli, Kadis Disdikpora Cianjur Dituntut Mundur Masa Aksi, Bupati Diharapkan Reformasi Birokrasi Sekarang Juga
Heboh Fufufafa Jadi Trending Nomor 1 di Twitter, Netizen Ungkap Bukti Baru Gibran Pemilik Akun Kaskus Tersebut
Terobosan Baru, Rektor Al Azhar Mesir Tawarkan Pembelajaran Hybrid untuk Masyarakat Indonesia
Kaesang Pangarep Penuhi Panggilan KPK, Klarifikasi soal Numpang Jet Pribadi
Paguyuban Putra-Putri Pendidikan Jawa Barat Adakan Pemilihan Edisi ke-6