Journalnusantara.com, Cianjur - Prestasi para kafilah Kabupaten Cianjur dalam ajang Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-38 tahun 2024 yang diselenggarakan di Kabupaten Bekasi mendapatkan hasil nihil.
Diketahui bahwa hal ini merupakan prestasi yang selama 2 tahun ini berturut-turut jeblok sepanjang keikutsertaannya di MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat.
"Ini prestasi yang tidak bisa masuk akal sehat, berturut-turut jeblok bukan saja di MTQ, tapi juga di STQ. Menurut saya sudah seharusnya menjadi perhatian kita bersama," kata mantan Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Cianjur, H. Ade Ismail.
Dirinya menuturkan sangat memahami situasi dan kondisi per MTQ an, kerap terlibat langsung karena pernah menjadi Ketua Umum LPTQ Kabupaten Cianjur.
Menurutnya, banyak faktor dengan melorotnya prestasi kafilah Kabupaten Cianjur di ajang MTQ Jawa Barat terasa sekali menukiknya.
"Ini jadi tanggungjawab kita semua, Bupati dan LPTQ yang paling bertanggung jawab. Harus gentle lah, saya tidak tahu sekarang pola pembinaannya seperti apa," terangnya sembari menghela nafas.
Seingatnya GP2Q itu ada dan salah satu fungsinya adalah untuk backup kaderisasi ini entah ke mana, padahal sudah ada Perdanya sekarang sepertinya enggak berjalan sebagai mana mestinya.
"Selain itu juga tidak konsistenya aturan MTQ yang membolehkan transfer pemain menjadi salah satu penyebabnya. Maka jangan heran, orang Cianjur bisa main di luar daerah, walau support anggaran perhatian Pemda kadang-kadang menjadi isu juga. Ya intinya kita harus koreksi bersama, kenapa terus turun jeblok," cetusnya.
Secara gamblang dirinya menyebut pentingnya peran Bupati, DPRD, MUI dan semua stakeholder agar lebih memperhatikan dengan hal ini.
"Malu atuh sebagai kota santri kalah oleh Kabupaten Bekasi. Padahal pesantren kebanyakan ada di Kabupaten Cianjur. Kalau MQK saja bisa tembus nasional, atuh MTQ mah ulah nepika terjun bebas kitu," imbuhnya.
Artikel Terkait
Peduli Papua, Presiden Jokowi
Juru Parkir Liar Terancam Hukuman Penjara 9 Tahun, Jika Masyarakat Resah Laporkan Saja !
Fantastis...Askolani Pejabat Dirjen Bea Cukai Miliki Harta Rp51,8 Miliar, Warganet: Ladang Basah
Rumah Sakit Pendidikan Harapan Kita Diresmikan Jokowi Didampingi Menko LBP
Cindy May Mc Guire, 1st Runner Up Puteri Indonesia 2022
Pria Disabilitas Miskin bersama 2 Anaknya di Nias Tak Dapat PKH, Kok Bisa ?
Perjuangan Harashta Haifa Zahra, Puteri Indonesia 2024 Mengejar Cita-Cita
Innalillahi, Waketum PP GP Ansor Tutup Usia, Berikut Profilnya!
Curug Luhur Langkaplancar, Surga Tersembunyi dari Bumi Pangandaran
Ketua Kornas Jokowi Jabar Sambut Baik Cianjur Masuk dalam Aglomerasi RUU DKJ