Pria Disabilitas Miskin bersama 2 Anaknya di Nias Tak Dapat PKH, Kok Bisa ?

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Senin, 6 Mei 2024 | 19:39 WIB
PKH yang menjadi haknya tidak ia dapatkan sebagai pria tuna netra yang memiliki beban tanggungan 2 orang anak yang masih kecil. Kemana Pemerintah setempat hingga abai terhadap rakyatnya ?
PKH yang menjadi haknya tidak ia dapatkan sebagai pria tuna netra yang memiliki beban tanggungan 2 orang anak yang masih kecil. Kemana Pemerintah setempat hingga abai terhadap rakyatnya ?

JournalNusantara.com - Program Keluarga Harapan (PKH) seyogianya menjadi program pemerintah yang dapat diandalkan untuk membantu menuntaskan permasalahan kemiskinan bangsa di Republik ini. Namun tidak dengan keluarga asal Nias ini, PKH hanyalah program melangit tanpa makna. 

Hal ini seperti yang diposting melalui sosial media Twitter oleh akun @Heraloebss dengan caption yang sangat menghiris hati. Ini dia narasi dari akun si pengunggah "Kisah Pria Disabilitas di Nias Bertahan Hidup Bersama 2 Anak yang Masih Kecil Ironisnya, sejauh ini, ia tak mendapatkan Program pemerintah (PKH) yang notabene diperuntukan untuk keluarga miskin sebagai bantuan sosial dari pemerintah. Kisah hidup pria disabilitas tuna netra bernama Fatinasokhi Bawamenewi (50) warga Desa Hilihoro, Kecamatan Bawolato, Nias, Sumatera Utara menyayat hati." tulisnya.

Sontak saja hal ini mejadi tamparan keras bagi pemerintah, terlebih pemerintah daerah yang tidak cekatan dalam memberdayakan masyarakat miskin di daerahnya. Beragam komentar menghiasi akun pengunggah, diantaranya cuitan dari akun @DediJamet: "Sayangnya, meskipun berada dalam situasi sulit, dia belum mendapat bantuan yang seharusnya oleh pemerintah setempat." tulisnya. Lantas komentar Rojjana dengan nama akun @Rojjana76: "Kades+pamong nya malas, aparat kelas desa saja arogan pilih". Yg dapat pasti kaum kerabat mereka sendiri yg di kenyang kan." tuturnya. Berikutnya akun @JumahirJumahir7: "kami para disibilitas menuntut HAK KAMI DI SEGERA KAN TANPA PERANTARA MENGAPA TIDAK SEPERTI KPK SISIR SAJA SETIAP WILAYAH DARI DINAS SOSIAL SETEMPAT YG AMANAH JGN PETUGAS UG MAKAN GAJI BUTA DAN SUKA MAKAN HAK ORG SUSAH." tegasnya dengan gamblang. 

Hal senada juga dikemukakan oleh akun @Adhwa90106478: "Seharusnya kepala desa/ rt/rw nya yang melapor ke pihak dinsos.. soalnya kalau gak ada laporan dari itu susah juga peksos mebgetahui kondisinya.. setahu saya begitu." tuturnya, lanjut dengan komentar akun @MDwiyuva22178: "Sehat trus bapak dan kedua anaknya..semoga di mudahkan segala urusannya, sampai dewasa nanti biar bisa mengangkat derajat keluarga..Aamiin." ungkapnya penuh harap, dan diakhiri oleh akun @AnandoLikum: "Coba kita cc in ke yg hobi bagi2 bansos. Ni pak @jokowi ada yg blm dapat mohon ditindak lanjuti sesuai amanat konstitusi." pungkasnya. ***

Sumber: Twitter

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X