JournalNusantara.com - Cianjur darurat sampah mendapat sorotan tajam dari Politisi Partai Keadilan Sejahtera sekaligus Caleg DPRD Cianjur Dapil 1 (Kec. Cianjur, Cilaku, Karangtengah) nomor urut 9, DR. (C) Riza Trihaditia. Diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menetapkan status darurat sampah selama 14 hari, akibat Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Pasirsembung sudah melebihi kapasitas dan beralih fungsi menjadi Ruang Terbuka Hijau dan menunggu operasional TPA Mekarsari yang saat ini sedang proses pembangunan.
Riza menilai bahwa penyerapan sampah dari pasar-pasar, lingkungan perumahan, restoran atau pabrik yang jumlah hampir 350 ton perhari harus mendapat perhatian serius dari pihak eksekutif dan legisltaif.
Baca Juga: Gaji Bulanan Rp. 3 Juta, Tidak Perlu Pintar Dalam Mengelola Keuangan Keluarga
"Tata kelola sampah Cianjur saat ini saya nilai masih berkutat pada buangan saja belum kepada bagaimana sampah bisa dikelola menjadi bahan industri yang bisa menghasilkan nilai lebih. Pemerintah Daerah dan anggota legislatif harus bisa bekerjasama dalam mewujudkan industri sampah seperti menjadikan sampah sebagai pupuk organik, bahan pavling block atau bahan lainnya". Ujar Riza kepada JournalNusantara.com, Minggu (26/1/2024).
Baca Juga: DR. (C) Riza Trihaditia Caleg DPRD Cianjur Dapil 1 Nomor Urut 9 Menilai Bahwa Politik Adalah Ibadah
"Salahsatu caranya membuat perencanaan tata kelola sampah Cianjur melibatkan perusahaan profesional yang memiliki pengalaman mengelola sampah atau pengelolaan sampah diberikan kepada pihak ketiga. Disetiap zona penghasil sampah terbesar harus dibangun sub industri pengelolaan sampah atau Bank Sampah sebelum sampah dibuang ke TPA." Imbuhnya.
"Studi banding ke TPA yang telah sukses dalam pengelolaan sampah, bekerjasama dengan pihak ketiga, perbanyak diskusi dengan legisltaif dan aktifis sampah Cianjur bisa menjadi langkah strategis dalam mewujudkan tatakelola sampah Kabupaten Cianjur". Kata Riza.
Baca Juga: Wow, Perempuan Lebih Baik Dalam Mengelola Keuangan Rumah Tangga Daripada Laki-Laki
Bersama dengan salahsatu mitra kerjanya yang bernama Mukhlas Fauzi, Riza Trihaditia yang dikenal sebagai akademisi, budayawan, peneliti tersebut saat ini telah selesai menyusun perencanaan dan produksi alat pembakar sampah (Insenerator) kapasitas 2 roda per jam.
Saat ini alat tersebut telah dipakai oleh Mukhlas di salahsatu kampung di Bojongpicung Cianjur.
"Insenerator ini memiliki kapasitas 2 roda sampah perjam, sampah dibakar sampai menjadi abui dan abunya bisa dibuat bahan pavling block". Ujar Mukhlas.
"Bahan bakar menggunakan oli bekas, untuk daya bakar melalui uap dari air yang didihkan dalam mesin lalu disalurkan ke pipa besi sehingga membuat bara api semakin stabil". Tambah Mukhlas.
Artikel Terkait
Kisah Tragika Raja Fir'un Yang Ditelan Laut Akan Segera Diusung ke Layar Lebar
Panwaslu Kecamatan Cipedes Optimalkan Pengawasan pada Tahapan Kampanye
Dadan Supardan Soroti Tatakelola Sampah Cianjur
Gaskeun! Relawan Komando Gibran Kampanye di Cianjur
Wow, Perempuan Lebih Baik Dalam Mengelola Keuangan Rumah Tangga Daripada Laki-Laki
Manfaat Mengatur Keuangan Belanja Bagi Keutuhan Rumah Tangga
Atur Pembelian Quota Internet Bisa Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga
DR. (C) Riza Trihaditia Caleg DPRD Cianjur Dapil 1 Nomor Urut 9 Menilai Bahwa Politik Adalah Ibadah
Isman Muslim Caleg DPRD Cianjur Dapil 3 Soroti Cianjur Darurat Sampah
Gaji Bulanan Rp. 3 Juta, Tidak Perlu Pintar Dalam Mengelola Keuangan Keluarga
Keren, Sikapi Cianjur Darurat Sampah, DR. (C) Riza Trihaditia Produksi Insenerator Sampah Kapasita 2 Roda Jam