(dalam jejak pemikiran Pramoedya Ananta Toer)
Dalam "Bumi Manusia"
kesadaran intelektual menjelma seperti api kecil
rapuh tertutup oleh angin kuasa
namun tak pernah padam, meski kadang mengecil
ada yang berdiri sebagai simbol keberanian
yang mencoba mencintai kebebasan dan kejujuran
tetapi nalar dan pikirannya tetap terikat
oleh angin kuasa yang tersusun rapat
seperti burung yang telah belajar terbang
namun langitnya dipagari oleh penghalang
segala ucapan yang menjanjikan terang
perlahan-lahan semua terbang melayang
sebuah cermin pahit
bahwa tirani tidak selalu datang dari luar
sehingga menimbulkan rasa sakit
ketika kejujuran selalu dianggap tak benar
suara lantang yang dulu bicara kemanusiaan
terjebak dalam lingkaran kepura-puraan
yang mereka ciptakan sendiri
dalam bentuk tirani masa kini
manusia dan kuasa seperti dua sungai
tidak bermuara pada satu samudra
membawa kisah yang tak junjung selesai
tidak seperti cerita kancil dan buaya
Malang, 5 Mei 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Ketika Pemimpin Ingin Cepat Meninggal Dunia: Alarm Etika di Tengah Krisis Kepemimpinan Daerah
Mutiara Pagi: Pertemuan Dua Air (Bagian 2198)
STIT Queen Attafsiri Wisuda Angkatan III, Cetak Lulusan Berbasis Pesantren yang Siap Mengabdi
Serafin Ernesta Dorong Kesadaran Energi Hijau Melalui National Solar Transition Forum 2026
Mutiara Pagi: Ibu Tak Pernah Pergi (Bagian 2199)
Jalan Kejayaan
Jejak Keterampilan, Evaluasi Autentik untuk Melahirkan Pendidik yang Terampil dan Humanis.
Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi per 4 Mei 2026, Pertamina Dex Naik Paling Banyak
Puluhan Ribu Santri Cianjur Tempuh Ujian Akhir Guna Perkuat Fondasi Moral Generasi Muda
Sinergi Kemanusiaan, ERI Tawarkan Formula Kolaborasi Sosial untuk Pemerintah Kabupaten Cianjur