(In memoriam Alfred Nobel)
Waktu menawarkan dua kemungkinan:
meninggalkan luka atau sebuah keteladanan
Memilih satu di antara keduanya
adalah kebebasan bagi setiap manusia
Di sebuah sudut Stockholm yang sunyi
lahirlah seorang anak laki-laki
pada musim gugur
putra dari seorang insinyur
yang kelak mengguncang dunia
Alfred Nobel, namanya
Apa yang membuat hidup manusia bermakna?
Nobel menjawab dengan kalimat sederhana:
bukan kekayaan, bukan pujian,
bukan pula nama besar,
melainkan menata ulang arah hidup dengan benar
ketika menyadari bahwa langkah kaki
telah menyimpang dari hati nurani
Adapun warisan terbesar
bukanlah apa yang kita temukan
tetapi keputusan yang benar
membawa manfaat bagi kehidupan
karena hidup bukan sekadar rangkaian peristiwa
tetapi dialog antara kekuatan dan kebijaksanaan
antara niat yang bergemuruh dalam dada
dan tindakan yang seharusnya kita lakukan
Alfred Nobel wafat dalam kesunyian
tetapi kesadarannya mengilhami setiap ilmuwan
yang mampu menyingkap misteri alam ini
dan menyalakan perdamaian dalam hidup ini
Dari kearifan itulah kita belajar
percikan gagasan dan renungan yang mendalam
Bahwa bila ilmu digunakan dengan benar
akan menjadi cahaya yang tidak pernah padam
Malang, 11 Desember 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Adab Hubungan Seksual Suami Istri Menurut Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali
Dana Darurat Cianjur Dipangkas 58 Persen, Poslogis: Salah Hitung atau Salah Hati?
Terkait Dugaan Pemotongan BLTS di Cianjur, Anggota DPRD Lakukan Investigasi di Lapangan
Gempa Bumi Mengguncang Pesisir Timur Hokkaido dengan Skala 7,6, Begini Penjelasan BMKG
Mutiara Pagi: Kupilih untuk Percaya (Bagian 2054)
KPMNU Dukung Penuh Penetapan KH. Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU
Ekoteologi, Mengatasi Krisis Iklim Sebagai Panggilan Spiritual
Bupati Aceh Selatan di Berhentikan, Begini Alasan Kemendagri
Ujung Zulfa, Ketika Konflik NU Diselesaikan Lewat Penjabat Ketua Umum
Ikatan Santri Mahasiswa NU Dukung Penuh Penunjukan KH Zulfa Mustofa sebagai Ketua Umum PBNU