Di antara liku-liku kehidupan ini
Masih banyak yang belum kita ketahui
Bahwa hidup yang kita jalani
Bisa menjadi ladang amal setiap hari
Setiap napas adalah anugerah
Selalu memberi kita berkah
Setiap luka ada hikmah
yang tersimpan sejumlah rahmah
Jangan buang waktu sia-sia
Tanpa makna dan cinta kasih manusia
Karena hidup bukan tentang siapa berkuasa
Tapi memberi tanpa harus merasa berjasa
Menjadi cahaya sebuah keniscayaan
Butuh hati yang penuh keikhlasan
Memberi bukan untuk sombong
Tapi ada niat untuk selalu menolong
Ketika senja menutup tirai hari
Langkah pun akan terasa sunyi
Namun kebaikan takkan pergi
Tetap abadi dalam catatan Sang Ilahi
Hidup yang penuh kemanfaatan
Amal baik yang kita lakukan
Akan menjadi cahaya selamanya
Baik di dunia maupun hidup setelahnya
Malang, 18 Oktober
Salam Sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Benteng Iman Bangsa: Peran Krusial Mukmin Intelektual dan Aparatur Negara dalam Mengawal Arah Baru Indonesia (Asta Cita)
Mutiara Pagi: Di Balik Bayang Teror (Bagian 1999)
Jabatan: Antara Amanah, Ujian Integritas, dan Tanggung Jawab Kehidupan
Khidmat, Kiai Ali Masykur Musa Lantik Pengurus JATMAN Cianjur Masa Khidmat 2025-2029
APBD Cianjur 2026 Dinilai Cacat Arah: Janji Politik Lenyap, dan Anggaran Bocor
Fatirahma Hanipa Pimpin HIMAPMM UNAS: Dorong Kolaborasi & Penguatan Jejaring Internasional
BEM PTNU Gelar Aksi Moral di Depan KPI, Bela Marwah Kiai dan Pesantren
Mutiara Pagi: Menjadi Ada (Bagian 2000)
Mengikuti Suluk Jumadil Awal 1447 H (Thariqah Naqshabandiyah Khalidiyah)
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Anak sebagai Benih Unggul Peradaban (Bagian 9)