Di antara jeda dan perjalanan
Kita belajar menghitung waktu
Bahwa hidup butuh kesadaran
Ke mana kita hendak menuju
Setiap langkah adalah cermin
Memantulkan cahaya batin
Di sanalah dapat ditemukan
Kesadaran akan kefanaan
Pada akhirnya semua akan pulang
Ke rumah yang terakhir kali
Sehebat apa pun kita berjuang
Rumah keabadian selalu menanti
Menjadi ada atau tiada
Bukan sekadar hadir di mata dunia
Tetapi karena kebaikan yang ditanam
Menjadi cahaya yang tak pernah padam
Ketika malam datang dengan lembut
Jangan takut pada gelapnya kabut
Sebab di sanalah ada bintang-bintang
Menunggu hati menemukan terang
Hidup ini indah
Dan penuh keindahan
Meski kadang hadir suatu masalah
Hanya melatih kita tentang kesabaran
Hidup ini mudah
Dan penuh kemudahan
Meski terkadang ada kesulitan
Jalan keluar selalu Tuhan berikan
Malang, 17 Oktober
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Madrasah Kehidupan (Bagian 1998)
Penjaga Pintu Kudus
PKB Cianjur Kecam Keras Tayangan 'Xpose Uncensored' Trans7 yang Dinilai Lecehkan Kehormatan Kiai dan Pesantren
Benteng Iman Bangsa: Peran Krusial Mukmin Intelektual dan Aparatur Negara dalam Mengawal Arah Baru Indonesia (Asta Cita)
Mutiara Pagi: Di Balik Bayang Teror (Bagian 1999)
Jabatan: Antara Amanah, Ujian Integritas, dan Tanggung Jawab Kehidupan
Khidmat, Kiai Ali Masykur Musa Lantik Pengurus JATMAN Cianjur Masa Khidmat 2025-2029
APBD Cianjur 2026 Dinilai Cacat Arah: Janji Politik Lenyap, dan Anggaran Bocor
Fatirahma Hanipa Pimpin HIMAPMM UNAS: Dorong Kolaborasi & Penguatan Jejaring Internasional
BEM PTNU Gelar Aksi Moral di Depan KPI, Bela Marwah Kiai dan Pesantren